Kisah Heri Pengrajin LidiJalanan Jajakan Miniatur Mainan Menggelandang (3-habis)

Perajin Ini Mampu Ciptakan Frame Kacamata Dari Lidi

Ekonomi  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 19:04:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Perajin Ini Mampu Ciptakan Frame Kacamata Dari Lidi
RMOL Jateng. Ada salah satu hasil karya tangan dari Heri (45), pengrajin miniatur mainan berbahan dasar dari lidi, tergolong unik.

Kreativitasnya ini sementara merupakan barang pribadi yang selalu digunakan untuk bekerja dan membuat karya kerajinan selama menelusuri jalanan.

Barang tersebut adalah sebuah kacamata unik terbuat dari lidi. Lidi yang digunakan bukan sembarangan melainkan hasil dari tulang pohon dahan aren. Bagi Heri merupakan lidi berkualitas dan kandungan bahan yang baik untuk membuat segala bentuk kerajinan.

"Lidi aren mas, bahan yang paling bagus dan paling baik untuk membuat hasil-hasil karya bagi saya, terutama membuat frame kacamata yang saya pakai jika saya memerlukan untuk membuahkan hasil kerajinan dengan hasil karya detail dan menarik," ungkap Heri kepada RMOL Jateng saat di emeperan sekitar gedung tua Kawasan Kota Lama Semarang Kamis (13/9).

Heri mengaku untuk memproduksi kacamata berframe lidi ini, dirinya memerlukan waktu selama sebulan. Mulai dari membentuk dengan memanasi lidi dengan korek api. Kemudian merekatkan bagian per bagian lidi yang telah terbentuk dengan lem serta menata dan membentuk sedemikian rupa menjadi sebuah kacamata.

"Kalau pas masang kacanya sambil dipanasi lidinya. Jadi sekaligus mengepaskan berapa besarnya lensa atau kacamata yang sesuai dengan minus mata saya. Nggak gampang memang memerlukan kesabaran, ketelatenan dan kejelian," akunya.

Heri mengaku kacamata berframe lidi itu diciptakan dari daya imajinasi. Sebelumnya dia sudah membuat topi juga berbahan dasar lidi. Dirinya mempunyai ambisi dan impian menjadi seorang 'Manusia Lidi'. Termasuk berencana membuat pakaian berbahan baku dari lidi.

"Hanya saja, kalau pakaian lidi, misalnya minimal rompi kan saya harus secara telaten menyulam segala bahan lidi menjadi pakaian. Ada pikiran muncul untuk menyulam atau mengkaitkan lidi per lidi dengan benang nilon seperti beberapa pelatan saya ini tetapi kan berarti bukan murni semuanya dari lidi. Topi sudah ada dari lidi, tas sudah ada dari lidi yang saya tinggal di kontrakan di Surabaya," ungkap Heri.

Selain kacamata, satu-satunya benda yang sampai saat ini tidak akan pernah dijual sebagai sejarah perjalanan karir adalah sebuah produk miniatur mobil dari lidi. Barang tersebut diakui tidak akan dijual karena sebagai barang pribadi dan kenang-kenangan untuk pribadinya.

"Mau dibayar Rp 20 juta juga tidak akan saya berikan, karena barang ini adalah barang kenangan saya. Barang pertama ini yang membuat saya dikritik dan dapat masukan dari orang lain terkait hasil kerajinan saya. Saya pun tidak pernah berupaya mematenkan hasil karya produksi saya, karena jika ada orang lain yang ingin belajar membuat kerajinan seperti saya akan saya ajarkan dan tularkan ilmunya kepada mereka," pungkas Heri. [hen]



Komentar Pembaca
Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Foto Restorasi Candi

Foto Restorasi Candi

SELASA, 24 JULI 2018 , 19:07:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto Memperbaiki Pipa Air

Foto Memperbaiki Pipa Air

SELASA, 24 JULI 2018 , 16:23:00