Bahan Perbandingan, Warga Uji Abu Batubara di Laboratorium Independen

Daerah  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 17:35:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Bahan Perbandingan, Warga Uji Abu Batubara di Laboratorium Independen
RMOLJateng. Warga Dusun Margokerto Desa Bondo Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara berencana melakukan uji laboratorium sendiri untuk memastikan kandungan abu batu bara dari PLTU Tanjung Jati  B yang "menyerbu" kawasan pemukiman mereka.

Hasil uji laboratorium independen itu sekaligus sebagai pembanding upaya serupa yang dilakukan pihak PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B.

Seperti diberitakan RMOLJateng, pihak PT PLN (Persero) Pembangkitan TJB sudah mengambil sampel abu batubara di rumah warga Dusun Margokerto untuk dilakukan uji laboratorium. Meski uji laboratorium belum diketahui hasilnya, namun pihak PLN menyatakan jika material yang beterbangan di rumah warga itu bukan sisa pembakaran batubara.

Namun hanya debu biasa laiknya debu tanah, pasir atau material sejenis. Praktis debu atau abu batubara itu diklaim tidak berbahaya karena bukan kategori limbah B3.

Ketua Forum Warga Tanjungjati Bersatu (FWTB,) Hadi Priyanto mengatakan, hasil uji laboratorium independen ini sangat penting. Sebab warga juga ingin untuk mengetahui secara pasti jenis dan kandungan debu atau debu yang diyakini berasal dari PLTU TJB tersebut. Dan apakah material tersebut berbahaya bagi kesehatan warga.

"Sebab faktanya jumlah warga yang terkena penyakit saluran pernapasan semakin meningkat. Kalau PLN uji lab maka kami juga melakukan upaya serupa untuk pembanding. Tiap hari warga menghirup abu itu, terlebih saat musim angin timur seperti sekarang ini, makanya kami ingin pastikan itu," kata Hadi Priyanto, Jumat (14/9).

Hadi juga sangat menyayangkan pernyataan Kepala Humas PT PLN (Persero) Tanjung Jati B,  Grahita Muhammad yang menyatakan bahwa abu PLTU yang selama ini menerpa pemukiman Dusun Margokerto, Desa Bondo bukan masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun.
 
Lewat uji laboratorium independen itu, juga dapat diketahui apakah debu atau abu itu masuk dalam  kategori limbah berbahaya dan beracun sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014. "Jadi upaya uji laboratorium independen ini penting," ujarnya.

Selain itu, kata Hadi pihaknya juga sedang meminta salinan dokumen laporan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara. Pihaknya  juga sudah konsultasi dengan beberapa  elemen yang peduli dengan persoalan lingkungan, seperti Walhi Jawa Tengah.

"Kami hanya ingin hidup berdampingan dengan PLTU secara harmonis. Semoga mereka juga berkomitmen menjaga dan melindungi lingkungan kami," ucap tokoh masyarakat Desa Bondo ini.

Sementara itu, Kepala Humas PT PLN (Persero) Pembangkitan TJB Grahita Muhammad mengatakan pihaknya mempersilahkan warga melakukan uji laboratorium independen. Sebab hal itu merupakan hak warga.

Grahita menambahkan pihaknya juga belum mengetahui hasil uji laboratorium yang dilakukan jajarannya. Sebab memang hasilnya belum keluar. "Monggo saja. (Uji laboratorium independen) itu hak masyarakat," tandas Grahita. [hen]
 

Komentar Pembaca
Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00