Regenerasi Atlet Difabel Terancam Mandek

Olahraga  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 14:50:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Regenerasi Atlet Difabel Terancam Mandek

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Proses regenerasi atlet difabel di Kabupaten Jepara terancam mandek seiring tak adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Perlu kerjasama sinergis berbagai kalangan agar ada solusi terbaik terkait persoalan ini.

Atlet difabel di Kota Ukir diwadahi dalam lembaga National Paralympic Committee (NPC) Jepara. Hal ini seiring amanat regulasi yang memang mengharuskan pembinaan atlet difabel terpisah dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jepara.

Ketua NPC Jepara, Asrori mengatakan jumlah atlet difabel yang menjadi binaannya lebih dari 100 orang. Mereka menekuni berbagai cabang olahraga (cabor) yang lazim dipertandingkan dalam berbagai even kejuaraan baik level regional, nasional hingga internasional.

Dari jumlah itu, ada sekitar 30 atlet difabel yang masuk kategori potensial dan dipersiapkan mampu mewarnai dalam berbagai ajang kejuaraan. Sayangnya, tak adanya kucuran dana dari pemerintah daerah membuat pembinaan atlet difabel tersebut menjadi tak maksimal.

"Jadi karena bukan bagian dari  KONI maka sejak tiga tahun lalu, kami tak lagi dapat anggaran. Istilahnya sekarang beban kita komplit, anggaran tak dapat, venue untuk latihan difabel juga tak ada di Jepara," kata Asrori, Jumat (14/9/2018).

Asrori heran dengan tidak adanya kucuran anggaran dari pemerintah daerah. Sebab secara kelembagaan eksistensi dan legalitas NPC telah jelas. Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 3 tahun 2005, kedudukan NPC sejajar dengan KONI.

Meski begitu, NPC Jepara tak berkecil hati. Mereka tetap menyokong latihan atlet difabel untuk berbagai ajang kejuaraan. Ada yang dipersiapkan untuk even The 3rdAsian Para Games 2018 pada 6-13 Oktober 2018 di Jakarta maupun Pekan Paralimpik Provinsi (Pepaprov) III Jawa Tengah, yang digelar di Kota Solo pada 13 - 16 November 2018.

Untuk ajang Para Games di Jakarta, tak ada dukungan anggaran untuk NPC. Namun untuk Pepaprov Jateng, NPC mendapat bantuan anggaran dari Disdikpora Jepara.

"Tapi dana itu khusus untuk even Pepaprov Jateng saja. Dan itu juga dikelola Disdikpora Jepara. Tahun 2019, apakah ada anggaran khusus untuk pembinaan atlet difabel kami belum tahu, sepertinya tidak ada," sesalnya.

Asrori khawatir ketiadaan dukungan dana dari pemerintah ini akan berimbas mandeknya regenerasi atlet difabel di Kota Ukir. Padahal kiprah atlet difabel asal Jepara sudah diakui baik tingkat nasional hingga internasional.

"Kalau berbicara jangka panjang kita pesimis kaderisasi berjalan maksimal kalau kondisinya masih seperti ini. Sayang sekali padahal atlet-atlet asal Jepara seperti cabor renang, anggar maupun  lainnya potensial jadi juara," jelasnya.

Anggota DPRD Jepara, Nur Hidayat mengatakan pihaknya akan berupaya mencarikan solusi terkait persoalan atlet difabel. Selama ini, Dewan sebenarnya sudah menunjukkan komitmen dukungannya terhadap dunia olahraga di Kota Ukir dengan mengalokasikan anggaran lewat KONI Jepara. [jie]





Komentar Pembaca
Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00