Panen Raya Minapadi 18 Hektar, Petani Sukoharjo Untung Dobel

Nusantara  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 14:41:00 WIB | LAPORAN: ALMIRA NINDYA

Panen Raya Minapadi 18 Hektar, Petani Sukoharjo Untung Dobel

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Wajah sumringah ditunjukan oleh Darno ketua anggota Kelompok Tani Ngudi Rejeki Desa Dalangan, betapa tidak, semula lahan sawahnya sering kebanjiran sehingga panennya sedikit. Namun dengan system minapadi, produktivitas padi justru meningkat hingga mencapai 11 ton/ha, dari sebelumnya hanya 9 ton/ha.

Alhamdulillah produktivitas padi naik, kami juga mendapatkan tambahan hasil produksi ikan, yang cukup besar yaitu 1 ton/ha. Dari hasil tersebut kami mendapatkan keuntungan lebih besar dari system biasa. Kalau sistem biasa pendapatan hanya sebesar Rp. 38 juta/ha/musim tanam, maka dengan system minapadi ini naik menjadi Rp. 53 juta/ha/musim tanam. Ini luar biasa," ungkap Darno, saat panen raya minapadi kerjasama Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Food and Agriculture Foundation (FAO), di desa Dalangan Tawangsari Sukoharjo, Jumat (14/9).

Hasil memuaskan juga diakui Sahir, petani dari Gatak, Untuk padi, ia mendapat surplus panen minimal 6 kwintal per hektar, belum lagi dari hasil ikannya. Jadi keuntungan bisa dobel dari panenan padi dan panen ikan.

Jadi jika dibanding sistem lainnya, nilai tambah keuntungan bersih minapadi ini bisa lebih dari 50 persen," ungkap Sahir, yang juga ketua Kelompok Ngeneng Sari II di Kecamatan Gatak Sukoharjo.

Stephen Rudgard, dari perwakilan FAO Jakarta menyampaikan bahwa apa yang berkembang di Sukoharjo telah sejalan dengan apa yang ada di tingkat dunia, bahwa saat ini negara-negara di dunia dituntut untuk mampu mensuplai kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat dunia harus tersedia dengan tetap menjamin kualitas dan keamanan pangannya.

Pada awalnya proses produksi budidaya padi ini menggunakan bahan kimia, namun penggunaan bahan kimia justru tidak akan menjamin produksi berlanjut, karena cenderung tidak ramah lingkungan. Oleh karenanya, minapadi ini menjadi solusi tepat dalam memproduksi pangan yang sehat, dan ramah lingkungan. Disini peran petani sangat besar dalam memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan pangan dan FAO akan terus mensupport pengembangan minapadi ini dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan global,” ujar Stephen yang ikut hadir di acara panen raya minapadi.

Bedasarkan data yang dirillis KKP, tingkat konsumsi ikan perkapita Provinsi Jawa Tengah sebesar 28,81 kg per kapita per tahun, angka ini jauh dibawah rata rata nasional yang mencapai 47,7 kg per kapita per tahun. Keberhasilan pengembangan minapadi seperti di Kabupaten Sukoharjo, diharapkam akan direplikasi/ dicontoh di daerah lain dan secara langsung dapat mendongkrak tingkat konsumsi ikan masyarakat.

Percontohan yang diberikan oleh FAO ini telah meningkatkan animo masyarakat terhadap usaha minapadi ini mulai tumbuh. Petani yang semula ragu-ragu untuk terlibat, sekarang sudah yakin untuk meniru percontohan yang ada. Ini tentunya menjadi poin penting sebagai titik awal percepatan pengembangan minapadi di Provinsi Jawa Tengah khususnya,” ungkap Netty Harjianti, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo.  [jie]


Komentar Pembaca
Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Foto Restorasi Candi

Foto Restorasi Candi

SELASA, 24 JULI 2018 , 19:07:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto Memperbaiki Pipa Air

Foto Memperbaiki Pipa Air

SELASA, 24 JULI 2018 , 16:23:00