Kisah Heri Pengrajin Lidi Jalanan Jajakan Miniatur Mainan Menggelandang (2)

Banyak Ajakan Kerjasama, Termasuk Pengusaha Kota Lama Pengrajin Lidi Jalanan Ini Tak Bergeming

Ekonomi  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 08:10:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Banyak Ajakan Kerjasama, Termasuk Pengusaha Kota Lama Pengrajin Lidi Jalanan Ini Tak Bergeming
RMOLJateng. Hasil karya Heri (45) warga Desa Mboden, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya menarik beberapa pengusaha yang tak sengaja ditemuinya selama berjualan di jalanan alias menggelandang.

Terbukti, beberapa pengusaha besar tersebut langsung mengajak kerjasama meski hasil kreasinya menggunakan bahan sederhana yakni lidi. Heri menyebut, pengusaha pertama bernama  Budiono, pengusaha asal Malang, yang baru 25 menit melihat hasil karyanya yang unik. Kemudian memberi dirinya uang makan dan mengajak kerjasama. Namun, dirinya hanya menjawab ajakan kerjasama itu dengan enteng.

"Saya kerja sebagai pengrajin tidak mencari kekayaan atau ketenaran dan hanya untuk mencari makan saja di sepanjang perjalananya," ungkap Heri saat ditemui RMOL Jateng setelah sebulan menggelandang dan menjajakan hasil karyanya di Kota Lama Semarang Kamis (13/9).

Lain lagi saat dirinya di Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta bertemu dengan seorang pengusaha sekaligus kolektor kereta api asal Kota Solo bernama Panji. Panji menantang dirinya untuk memproduksi kerajinan lidi dalam skala besar. Kemudian akan dipasarkan melalui online atau e-commerce.

"Malahan dia menantang saya bisa memproduksi berapa banyak. Lalu saya tantang dia, oke bapak bisa membuat kerajinan miniatur kereta api dari kayu, tapi saya bisa membuat kerajinan lidi dengan cara sendiri, kalau dibalik gimana? Apa bapak sanggup? Sekali lagi mas, saya tidak butuh ketenaran, tidak butuh kekayaan, bagi saya hidup di jalan saya nikmati menjelang masa tua saya bersama istri," ungkap pria yang mempunyai dua anak ini.

Pengusaha berikutnya adalah Agus Winarto, merupakan pengusaha ternama di Kawasan Kota Lama Semarang Monod Dephuis yang juga merupakan Anggota Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L).  Awalnya, Ari seorang anak buah dari Agus Winarto yang secara tidak sengaja menemukan dirinya di Kawasan Kota Lama Semarang, langsung saat itu diajak untuk menemui Agus Winarto yang membeli miniatur kapal Da Vincinya senilai Rp 500 ribu.

"Saya diajak Pak Agus untuk bergabung dengan teman-teman UKM yang tergabung di Kota Lama Semarang, diberi nomer HP-nya, tapi saya kan tidak pegang HP, waktu itu saya diundang pada tanggal 4 Agustus kemarin, tapi saya tidak datang untuk mengajari beberapa pengrajin dan pelaku UKM di Kota Lama Semarang ini, kebetulan saya ada keperluan lain sehingga tidak bisa hadir," aku pria berambut gondrong ini.

Hingga sampai saat ini Heri masih tetap berkeinginan menjajakan hasil ketrampilan tanganya di jalanan dengan cara menggelandang. Entah sampai kapan dirinya tidak tahu, Heri berprinsip jika lebih baik menghasilkan uang dari tangan, jerih payah dan hasil keringatnya sendiri ketimbang harus mengemis, meminta-minta orang lain tanpa harus mengeluarkan keringatnya. [hen]

Komentar Pembaca
Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00