Pendakian Lawu Ditutup, Pengunjung Beralih Ke Pringgondani

Pariwisata  SELASA, 11 SEPTEMBER 2018 , 13:57:00 WIB | LAPORAN: DIAN TANTI BURHANI

Pendakian Lawu Ditutup, Pengunjung Beralih Ke Pringgondani

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Penutupan jalur pendakian gunung Lawu karena ada beberapa lokasi terjadi kebakaran, membuat banyak pendaki yang batal naik ke puncak Lawu. Mereka merupakan calon pendaki dari luar kota Solo, terpaksa harus mengurungkan niatnya mencapai puncak Lawu. Merela tetap berangkat karena tidak mengetahui jika ada perintah penutupan jalur pendakian.

Seperti diketahui setiap tahunnya gunung  Lawu menjadi tujuan ritual perayaan Tahun Baru yang dalam masyarakat Jawa dikenal dengan  Malam Satu Suro. Ribuan pendaki dari berbagai daerah melakukan ritual di puncak Lawu. Termasuk dari Kraton Solo dan Pura Mangkunegaran juga menggelar ritual di puncak Lawu.

Untuk menantisipasi hal yang tidal diharaokan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto meminta kepada Koordinator Wana Wisata Puncak Lawu Tawangmangu untuk melakukan penutupan jalur pendakian gunung Lawu terhitung mulai Senin (10/9/2018) hingga waktu yang belum ditentukan.

"Hasil pantauan di lapangan gunung Lawu terjadi kebakaran yang cukup parah dan dikhawatirkan membahayakan pendaki maka jalur pendakian ditutup sementara," tulis Titis dalam keterangannya.

Salah satu warga Nganjuk, Jawa Timur, Sarwoko (60) yang setiap tahunnya rutin melakukan ritual pergantian tahun di puncak Lawu terpaksa membatalkan niatnya. Dirinya tidak mengetahui jika pendakian ditutup sementara karen ada kebakaran di lereng Lawu.

"Ya sebenarnya kecewa juga, namun mau bagaimana lagi sudah terlanjur datang. Setahu saya yang terbakar di lerengnya, jadi puncak aman untuk jalur pendakian," jelasnya di Cemoro Kandang, Selasa (11/9).

Menurutnya, karena sudah terlanjur  datang, untuk pergantian tahun baru kali ini dirinya beralih ke padepokan Pringgondani yang tidak jauh dari Cemoro Kandang. Semalam dirinya berada di sana untuk lek-lekan (tidak tidur) dan mandi di salah satu sendang di lokasi tersebut.

Menurutnya kompleks pertapaan Pringgodani merupakan salah satu peninggalan jaman Prabu Brawijaya V (Raja Majapahit yang terakhir) pada saat pelariannya  pelariannya dari Kerajaan Majapahit. Tempat tersebut juga menjadi lokasi ritual yang juga ramai dikunjungi masyarakat Jawa.

"Akhirnya ritual mapag Suro (menjelang Suro) dengan lek-lekan, menyepi di Pringgondani," ungkap Sarwoko.

Terkait kebakaran di kawasan hutan lereng Lawu, api dikawasan Mongkrang sudah mulai padam. Ratatusan orang dari dari BPBD, Polisi, TNI, Perhutani dan para relawan yang terjun langsung ke lokasi kebakaran.

Menurut salah satu relawan dari Karanganyar Emergency (KE), Rivan Feirnandhi, tim relawan dan petugas kesulitan memadamkan api karena  lokasinya jauh di dekat tebing dan jauh dari sumber air. Sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya. Kondisi angin juga mempengaruh, api yang dengan cepat merembet ke lokasi lain.

"Kita pakai cara manual, menggunakan daun basah untuk memadamkan api," pungkasnya. [jie]



Komentar Pembaca
Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00