Menguak Misteri Hantu Wanita Tanpa Kepala Di Bukit Silayur

Liputan Khusus  SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 07:50:00 WIB

Menguak Misteri Hantu Wanita Tanpa Kepala Di Bukit Silayur

Foto/RMOL Jateng

DULU, rimbunnya berbagai macam pepohonan membawa daya tarik tersendiri bagi para pengunjung hutan wisata Silayur pada 1950 sampai 1980-an. Kemolekan tubuh bukit Silayur menjadi pemandangan yang memanjakan mata di sepanjang jalan.

Memuaskan bagi hasrat semua orang yang hendak membuang sebagian waktunya sekedar untuk menghirup udara segar dan menjamah kehijauan daun-daun yang menghiasinya.

Pengemudi yang melintas di jalur tersebut akan berhadapan dengan landasan pacu beraspal yang meliuk-liuk, ditemani jurang yang cukup dalam di samping kanan dan kiri. Silayur merupakan daerah yang memiliki lintasan menanjak dan turunan curam. Jalan yang memiliki julukan Jalur tengkorak tersebut merupakan bukit yang ketinggiannya sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

Seiring waktu berjalan, hutan Silayur yang ada di wilayah Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan itu perlahan tapi pasti terus berubah. Sekitar tahun 1970 an, para pengembang perumahan mulai melirik kawasan itu sebagai permukiman. Dibangunlah Perumahan Pandana Merdeka pada 1988 dan villa Esperanza pada 2005.

Alat berat menyayat-nyayat tanah, membunuhi satu demi satu pohon, hingga memenggal bukit yang menjadi nyawa daerah tersebut. Hutan seluas ribuan hektar habis di babat mesin-mesin pemusnah. Hanya pilu yang tersisa.

Bukit Silayur yang ada di wilayah Kelurahan Bringin itu telah menjadi saksi bisu terjadinya ratusan kasus kecelakaan. Sebagian kalangan lalu mengaitkan rangkaian tabrakan di salah satu titik rawan Kota Semarang itu dengan hal-hal gaib.

Minggu siang kemarin, udara sangat panas, debu yang beterbangan mengelilingi tiap pengendara motor yang melintas. RMOLJateng mendatangi Kasdiyanto (55), warga dukuh Duwet gang Bendo RT 1 RW 4 yang menjadi sesepuh di Desa Silayur. Pemilik rumah sederhana berpagar papan ini, sudah tinggal bertahun-tahun di daerah yang menjadi saksi bisu terbunuhnya Ranem.

Ditemui di rumahnya, bapak berkumis yang memiliki banyak pohon mangga di sekitar rumahnya itu mengakui adanya sosok hantu wanita tanpa kepala yang sering muncul di turunan Jalan Silayur Ngaliyan Semarang.

Dikisahkannya, Ranem adalah seorang wanita muda berparas cantik asal kota Solo Jawa Tengah. Sayangnya nasib mujur tak berpihak di kehidupan Ranem, yang membuatnya hijrah ke Semarang dan berkerja sebagai seorang PSK di lokalisasi tersohor di Semarang.

Tak beberapa lama tinggal di Semarang, karrna kecantikannya, kepopuleran Ranem merangkak naik bak selebriti. Hingga pada suatu malam pertengahan tahun 80an, tepat beberapa minggu sebelum lebaran, terjadi petaka  yang mengakhiri hidup Ranem.

Karena jadi rebutan, dia justru dibunuh, kepalanya dipotong dan jasadnya dibuang di sungai dekat Silayur,” tuturnya.

Pembunuh Ranem pun saat itu sudah tertangkap dan menjalani hukuman, namun sayang arwah penasaran Ranem masih tetap penasaran hingga kini. Tak jarang sosoknya sering terlihat berdiri di pinggir turunan di malam hari. Ranem inilah yang kemudian dianggap sebagai sosok yang menyebabkan banyaknya kecelakaan yang terjadi di Kawasan berjuluk Jalur Tengkorak itu.

Kasdiyanto melanjutkan, pada tahun 40-70an ada kebiasaan nyleneh yang di lakukan para warga maupun pengguna jalan yang melewati jalur yang terletak di bibir perbukitan yang memiliki tikungan tajam dan berkelok-kelok. melemparkan uang atau hasil bumi seperti jagung, beras, kacang dan lain sebagainya kesekitar jalan raya. Mereka percaya jika melakukan ritual semacam itu akan selamat saat melintas di sana.

Hal semacam itu sangat lumrah terjadi disini, hingga akhirnya kebiasaan tersebut dilarang oleh Lurah setempat kala itu,” kata Kasdiyanto.

Ditemani ember berisi air serta gerinda tua yang sudah nampak tipis, dia melanjutkan ceritanya. Pada masa kecil Kasdiyanto jalan yang membelah Bukit Silayur itu hanya memiliki lebar sekitar lima meter. Kini mulai diperlebar 26 meter mengikuti lebar jalan yang sudah ada.

Ada bukit Gumping sebelum jalan diperlebar seperti sekarang, bukit itu dulu menghalangi jalan hingga kemudian di kepras menggunakan beghu,” tutur Kasdiyanto menceritakan, sesekali lelaki betubuh sedang itu mengalirkan air ke mata pisau untuk diasah, sambil meneruskan kembali ceritanya.

Semenjak bukit Silayur belum mengalami pelebaran jalan, kasus kecelakaan yang terjadi di tanjakan Silayur itu sudah banyak terjadi. Suasana Kuburan yang terletak di sisi timur jalan Silayur ini, menambah kesan angker.

Ada mitos yang mengaitkan bahwa setiap kecelakaan yang terjadi di jalur maut tersebut berhubungan dengan kecelakaan yang terjadi di jalur yang ada di wilayah Gombel. Bapak berusia sekitar 65 tahun ini  mengatakan, bahwa setiap ada kecelakaan di Gombel, maka hampir dipastikan di Silayur akan terjadi kecelakaan.

Hal itu sudah terjadi belasan tahun, entah itu terjadi selang satu atau dua hari kemudian. Seperti menjadi sebuah pertanda, bahwa dulu antara Gombel dan Silayur memiliki semacam hubungan gaib. Namun hal itu masih menjadi misteri hingga sekarang, karena masih belum diketahui secara pasti mitos tersebut.

Dulu ada kecelakaan di Gombel, selang beberapa hari kemudian sebuah truk yang mengalami rem blong terguling di Silayur,” kenang Kasdiyanto, sembari sesekali mengusap rambut tipisnya yang telah beruban.

Kondisi truk mengenaskan, hanya tersisa as roda truk saja. Kejadian tersebut menewaskan tiga orang.

Banyak berbagai kejadian yang terjadi di daerah tersebut. Menurut penuturan masyarakat di sekitar daerah tersebut kadang melihat sosok pocong, macan tunggo, ular piton, kuntilanak berkeliaran setiap malam Jumat dan masih banyak lagi. Namun terlepas dari itu keindahan Bukit Silayur tidak akan pernah sirna. [mg3/jie]



Komentar Pembaca
Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00