Warga Gunung Condong Gelar Upacara Merti Desa Persembahkan Ribuan Ingkung

Budaya  SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 07:52:00 WIB | LAPORAN: MARNIE UTAMINING

Warga Gunung Condong Gelar Upacara Merti Desa Persembahkan Ribuan Ingkung

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Masyarakat kawasan Gunung Condong antusias menyambut dan merayakan upacara Merti Desa Gunung Condong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Selasa (13/8/2018). Ribuan ingkung (ayam yang dimasak utuh) yang berjumlah ribuan, ditambah dengan berbagai hasil bumi dan makanan khas desa menjadi daya tarik sendiri.

Merti Desa atau syukuran desa merupakan budaya warisan leluhur yang telah dilaksanakan oleh masayarakat Gunung Condong sejak masa Eyang Wangsa Jaya sebagai pimpinan pertama desa tersebut.

Dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dengan acara gebyar ingkung yang diikuti oleh seluruh warga dari Desa Gunung Condong dan sekitarnya. Total ada 9000 ingkung yang disajikan dengan bebagai bentuk.

Sedekah bumi merupakan cara masyarakat bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada mereka. Sebagai cara untuk nguri-uri budaya adi luhung yang telah berjalan selama ratusan tahun.

Diawali dengan pertunjukan tari Tayub yang dianalogikan sebagai Ditata supaya guyub (diatur supaya hidup rukun) dan tari Ndholalak yang ditarikan oleh siswi SD dan SMP. Dalam kesempatan itu pula diumumkan para pemenang lomba ingkung.

Tampil sebagai juara umum adalah ingkung dari Padukuhan I dengan jumlah sebanyak 1225 ingkung. Juara pertama dari Dusun Karangsari dengan jumlah 745 ingkung, juara kedua dari RW 04 Dusun Kemplung dan juara ketiga dari Padukuhan.

Masing-masih juara mendapatkan piala dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purworejo, yang diserahkan langsung oleh Bupati Purworejo, Agus Bastian.

Dalam sambutannya, Agus Bastian menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan Merti Desa ini yang menjadi wujud syukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan dalam bentuk panen, hasil bumi dan hasil ternak lain.

Syukuran desa ini juga menjadi salah satu acara untuk bersilaturahmi, membangun tepa slira dan membangu rasa syukur,” kata Agus Bastian dalam sambutannya.

Setelah acara seremonial dilanjutkan penyerahan simbolis ‘bancakan’ dari panitia kepada Kepala Desa Gunung Condong yang menandai bahwa ingkung dan uba rampenya sudah boleh dibagi-bagikan kepada para tamu dan warga yang datang.

Setiap warga yang datang, akan memperoleh kupon yang dapat ditukarkan, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu. Mereka akan mendapatkan sebuah ules (kain karung kecil segitiga biru) yang berisi 2 ekor ingkung, jajanan pasar, sayuran, buah-buahan dan lauk pauk.

Ada mitos yang dipercaya oleh warga setempat bahwa ingkung harus habis dibagi-bagikan, masyarakat setempat tidak boleh ikut memakannya karena takut menemui sengkala (bisa stress/gila).  Untuk uang penjualan kupon, dimasukkan ke kas desa yang akan digunakan untuk keperluan desa. [jie]



Komentar Pembaca
Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Foto Restorasi Candi

Foto Restorasi Candi

SELASA, 24 JULI 2018 , 19:07:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto Memperbaiki Pipa Air

Foto Memperbaiki Pipa Air

SELASA, 24 JULI 2018 , 16:23:00