Mantan Gubernur Jateng Bicara Soal PR Ganjar-Yasin

Politik  JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 14:31:00 WIB | LAPORAN: KENARYO

Mantan Gubernur Jateng Bicara Soal PR Ganjar-Yasin

Foto/RMOL

RMOLJateng. Menyambut pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang baru, Ali Mufiz mengungkapkan harapannya. Mantan gubernur Jateng itu langsung menggarisbawahi tagline Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Mboten Korupsi Mboten Ngapusi.

"Tagline itu menurut saya sangat penting. Tagline tu dibutuhkan rakyat dan republik. Karena rakyat butuh orang yang dipercaya," katanya saat berbincang di kediamannya, Jumat (10/8/2018).

Ali menuturkan alasannya yaitu saat ini ada kemunduran kepercayaan rakyat pada pemerintahan. Pertanyaan paling aktual adalah sebenarnya mau dibawa ke mana Indonesia? Selama 73 tahun merdeka kok cita-cita proklamasi blm sepenuhnya terealisasi?

Boten ngapusi baginya itu kata yang luar biasa. Jika bisa dilakoni maka akan mengembalikan kepercayaan rakyat pada pemerintah. Rakyat pun akan melakukan kewajibannya dengan sepenuh hati mendukung pemerintah. Tentunya harus ada karya konkret.

Kedua, boten korupsi. Menurutnya, rakyat akan sangat senang dan bahagia bila Ganjar menyemarakkan antikorupsi. Saat ini di media sosial dan media masa menunjukkan betapa parahnya republik ini karena korupsi. Bahkan ada yang bilang korupsi sudah membudaya.

"Andai kata tidak ada korupsi maka mungkin cita-cita kemerdekaan kita akan terwujud dengan mudah. Dengan dua hal itu saya yakin pak Gub akan berhasil mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran. Semoga bisa satu digit," harapnya.

Ali juga menuturkan ada pekerjaan rumah di bidang lingkungan hidup. Hal ini tidak hanya menyangkut pemerintah tapi juga perilaku masyarakatnya. Persoalan lingkungan hidup juga berkaitan dengan pemerintah daerah. Perlu kerjasama dan komitmen Bupati/walikota di Jateng.

Wakil Gubernur

Selain mengomentari Ganjar, Ali juga menyoroti sosok Taj Yasin Maimoen. Ia mengaku kagum dengan keteguhan Gus Yasin yang tetap menggunakan sarung meskipun di acara resmi. Hal itu menunjukkan Gus Yasin punya pendirian dan kesederhanaan khas pondok pesantren.

Kehadiran Gus Yasin diyakininya bisa  menumbuhkan nilai pesantren dalam tata kelola pemerintahan. Tata nilai pesantren adalah sederhana, patuh pada pimpinan, independen (mandiri).

"Sederhana, selama ini prototype pesantren kalau dipertahankan bahkan di reinventing sungguh sangat bagus. Bisa mengubah mindset pejabat dari gemerlapan duniawi jadi gemerlapnya pelayanan terhadap rakyat," ucapnya.

Nilai kesederhaan bisa diimpelmentasikan pada tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. Pemerintah bakal membangun sesuai prioritas berlandaskan kepentingan masyarakat.

Kedua, di mana-mana santri tawaduk pada senior apalagi kiainya. Kalau dibawa ke jateng, pasti tidak ada matahari kembar.

Lalu tata nilai terakhir adalah kemandirian. Para santri dikenal mandiri dalam hal mencari ilmu. Semua diserahkan ke pribadi masing-masing. Hal ini bisa diartiman seorang wagub bisa mengambil putusan dengan mandiri. Tentunya keputusan kosistem dengan gubernur.

"Menurut saya, kita mendapat pasangan ideal. Gubernurnya Nasionalis taat beragama dan wakilnya semangat religiusitas dan semangat pengabdian tinggi.  Sudah klop," tuturnya.[dit]

Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00