Kecamatan Gajahmungkur Bikin Aplikasi Yang Bisa Pantau Kuliner, Kelahiran Hingga Kematian

Pemerintahan  JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 10:35:00 WIB | LAPORAN: KENARYO

Kecamatan Gajahmungkur Bikin Aplikasi Yang Bisa Pantau Kuliner, Kelahiran Hingga Kematian

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Masyarakat yang ingin mencari informasi soal kuliner hingga jumlah penduduk di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, kini tak perlu repot. Camat Gajahmungkur, Bambang Pramusinto mengatakan pihaknya membuat aplikasi Gajahmungkur TOP yang memuat segala informasi tentang wilayah yang dipimpinnya.

"Contoh aplikasinya bisa dilihat di kantor kami, saat ini kami sedang mempersiapkan perilisan aplikasinya di playstore, " katanya, Jumat (10/8/2018).

Ia menjelaskan, kata TOP dalam aplikasi itu merupakan akronim dari transparan, objektif dan profesional. Adapun data yang disediakan dalam aplikasi tersebut dipebarui secara berkala. Sehingga tidak bakal ketinggalan zaman.

Suami dari Nungki Sundari itu menyatakan data utama kependudukan berasal dari updating data kelurahan. Data warga mulai dari kelahiran hingga kematian bakal tersaji dalam aplikasi Gajahmungkur TOP tersebut secara terkini.

Bambang juga menyertakan 24 urusan serta 130 kewenangan kecamatan yang bisa dibaca masyarakat dalam aplikasi tersebut. Selain itu, informasi yang bakal termuat antara lain jumlah lampu, pedagang kaki lima (PKL), jumlah saluran, UMKM, lokasi pesantren hingga sekolah di kawasan kecamatan Gajahmungkur.

"Kami akan terus mengembangkan aplikasi ini," ucapnya. [jie]



Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00