Pengusaha Truk Gelisah

Penyerapan Campuran B20 Diperluas

Ekonomi  SELASA, 07 AGUSTUS 2018 , 13:47:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Pengusaha Truk Gelisah
RMOLJateng. Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) gelisah dengan rencana pemerintah yang memperluas penyerapan campuran biodiesel 20 persen (B20). Pasalnya, 4,3 juta truk terancam dengan kebijakan tersebut.

Wakil Ketua Aptrindo bidang Distribusi dan Logistik, Kyat­maja Lookman mengatakan, selama ini penerapan biosolar tidak konsisten. Mulai dari B5, B10, maupun B15. Apalagi, penggunaan biosolar justru men­ingkatkan pemakaian bahan bakar hingga 2,3 persen.

Selain itu, spesifikasi kendaraan yang beredar juga hanya mampu menggunakan B7 dan B10.

Agen Pemegang Merek (APM) pun hanya berani menjamin ken­daraan keluaraan 2016 ke atas.

"Sebagai negara penganut kelayakan kendaraan, maka ken­daraan yang ada akan menjadi korban. Khususnya yang belum memiliki spesifikasi memadai," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data yang dimi­likinya, truk yang belum siap menggunakan B20 sekitar 4,3 juta unit. Truk merupakan kon­sumen terbesar biodiesel. Jika kendaraan ini mengalami banyak masalah, biaya logistik dan tran­portasi akan semakin mahal.

Seharusnya, pemerintah tidak perlu terburu-buru memperluas B20. Karena sampel yang diam­bil tidak tepat sasaran. Selama ini, pemerintah hanya mengambil sampel kendaraan kecil di Jabo­detabek dan Jawa Barat selama 40 ribu kilometer (km).

"Sebagai konsumen terbesar, truklah yang kena dampak lang­sung dengan kebijakan ini. khusus­nya truk berusia tua," ujarnya.

Beberapa uji coba yang di­lakukan APM juga dinilainya kurang memadai. Dia menye­but, uji yang dilakukan hanya terhadap mesin, bukan uji jalan. Biodiesel memiliki sifat korosif dan asam yang lama-kelamaan menjadikan kendaraan ngempos dan hilang tenaga.

Karena itu, kendaraan di bawah 2016 harus dimodifikasi jika in­gin menggunakan B20. Misalnya mengganti karet, hose, dan gas­ket. Kedua tanki solar juga harus dilapisi anti karat, dan ditambah­kan water separator filter.

"Kendaraan lama sebaiknya digan­ti sistem fuel delivery dan tankinya. Karena sifat fame yang membersi­hkan akan mengangkat residue di dalam tanki, dan membawa kotoran tersebut ke ruang bakar. Jika tidak memiliki sistem penyaringan yang baik, mesin bisa rusak," katanya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta dukungan industri oto­motif untuk merealisasikan B20 ke segala sektor. Saat ini, kebijakan B20 baru diterapkan pada sektor bersubsidi, yakni solar yang dijual di pom bensin. Kebijakan B20 ini akan diperluas ke sektor nonsub­sidi mulai Agustus 2018.

"Saat ini kita sebagai negara perlu dolar. Dengan asumsi harga minya mentah 70 dolar AS per barrel dan dengan asumsi penyerapan biodiesel akan men­gangkat harga CPO (Crude Palm Oil) menjadi 100 dolar AS per ton. Ini menghemat devisa 5,9 miliar dolar AS," katanya.

Angka 5,9 miliar dolar AS tersebut adalah nilai lebih dari sepertiga defisit neraca tran­saksi Indonesia. Dengan capaian tersebut defisit neraca transaksi berjalan bisa diselesaikan.

"Jadi saya minta kesungguhan, keseriusan membantu kebijakan B20 ini. Brazil saja di tahun 1970 sudah bisa mengimplementasi 100 persen kendaraan bioetanol dari produk lokal gula tebu, masa kita yang punya produksi sawit jutaan ton tidak bisa menyelesaikan ini," pintanya.

Menteri Koordinator Per­ekonomian Darmin Nasution memprediksi, perluasan B20 dapat mengerek harga CPO di pasar. Bahkan, proyeksinya, harga CPO di pasar dunia hingga pengujung akhir tahun ini akan mampu melonjak hingga ke level 700 dolar AS per metrik ton (MT) pada akhir 2018.

Darmin menerangkan, dengan perluasan penerapan B20 ke sek­tor non Public Service Obligation (PSO) tersebut sehingga men­jadikan demand CPO naik. "Jadi B20 itu selain urusan menghe­mat devisa, dia akan menaikkan demand terhadap CPO. Karena demand-nya naik maka harga CPO naik. Walaupun sebenarnya stok CPO kita sekarng itu agak tinggi,"  pungkasnya. [hen]


Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta