Rajawali Ngepret Berjiwa Semar

Opini  SABTU, 04 AGUSTUS 2018 , 16:27:00 WIB

Rajawali Ngepret Berjiwa Semar

Foto/net

BANGSA ini sudah masuk dalam titik nadir, titik dimana semua persoalan dianggap tidak menjadi berarti karena semua sudah diselimuti dengan berbagai intrik dan tipu daya demi menutupi keboborokan yang dikemas begitu baik dan indah.

Tahun 2019 adalah tahun untuk memilih pemimpin yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa ini. Dalam kacamata spiritual, pemimpin yang tepat harus memiliki daya linuwih seperti Semar.

Semar dalam karya sastra hanya ditampilkan sebagai pengasuh keturunan Resi Manumanasa, terutama para Pandawa yang merupakan tokoh utama kisah Mahabharata.

Namun dalam pementasan wayang yang bertemakan Ramayana, para dalang juga biasa menampilkan Semar sebagai pengasuh keluarga Sri Rama ataupun Sugriwa. Seolah-olah Semar selalu muncul dalam setiap pementasan wayang, tidak peduli apapun judul yang sedang dikisahkan.

Dalam pewayangan, Semar bertindak sebagai pengasuh golongan kesatria, sedangkan Togog sebagai pengasuh kaum raksasa. Dapat dipastikan anak asuh Semar selalu dapat mengalahkan anak asuh Togog.

Hal ini sesungguhnya merupakan simbol belaka. Semar merupakan gambaran perpaduan rakyat kecil sekaligus dewa kahyangan. Jadi, apabila para pemerintah yang disimbolkan sebagai kaum kesatria asuhan Semar mendengarkan suara rakyat kecil yang bagaikan suara Tuhan, maka negara yang dipimpinnya pasti menjadi nagara yang unggul dan sentosa.

Dalam pewayangan Jawa Tengah, Semar selalu disertai oleh anak-anaknya, yaitu Gareng, Petruk, dan Bagong. Namun sesungguhnya ketiganya bukan anak kandung Semar. Gareng adalah putra seorang pendeta yang mengalami kutukan dan terbebas oleh Semar. Petruk adalah putra seorang raja bangsa Gandharwa. Sementara Bagong tercipta dari bayangan Semar berkat sabda sakti Resi Manumanasa.

Dalam pewayangan Sunda, urutan anak-anak Semar adalah  Cepot,  Dawala dan Gareng. Sementara itu, dalam pewayangan Jawa Timuran, Semar hanya didampingi satu orang anak saja, bernama Bagong, yang juga memiliki seorang anak bernama Besut.

Dalam kaitan tersebut, ada salah satu sosok calon pemimpin di republik ini yang berjiwa Semar dan dapat menjadi panutan semua pihak dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Sosok yang patut diperhitungkan dan memiliki rekam jejak yang bersih adalah Rizal Ramli. Pria kelahiran Jumat Pon, 10 Desember 1954 ini memiliki mangsa Kanem dan dibawah naungan Batara Guru dengan sikap selalu tenang dalam pembawaannya, disamping serius dan bijaksana ketika berbicara.

Sosok yang terkenal dengan jurus Rajawali Ngepret ini dalam bertindak selalu murni untuk kepentingan orang banyak dan jujur dalam bertindak, serta mudah bersimpati terhadap mereka yang tertindas. Sosok yang memiliki rasa percaya diri ini juga mudah beradaptasi dengan orang-orang di sekitarnya dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi seperti seekor bunglon. Salah satu karakternya adalah apabila diperlukan, dia rela untuk berkorban.

Penampilannya sangat simpati dan optimis, didalam pergaulan sangat disenangi oleh kawan-kawannya karena pandai bergaul dan dia sangat membenci kepalsuan. Sosok Rizal Ramli sangat menyukai pergaulan, senang bersahabat, dan berorganisasi. Karena sikapnya yang tegas dan jujur, maka orang Kanem ini sering dapat menduduki tempat yang teratas. Begitu pula dalam pekerjaan.

Orang seperti Rizal Ramli, di dalam pergaulan di kancah masyarakat, mendapat tempat yang baik. Karena dia memegang teguh prinsip, jujur, dan cerdas. Sehingga bila ada yang menghadapi kesulitan, dia akan degan senang hati tampil sebagai sukarelawan, membantu dan menyelesaikan masalah tanpa pamrih.

Menurut spiritual Jawa, orang seperti Rizal Ramli ini dapat menjadi sahabat yang baik, setia, dan bersedia berkorban demi sahabatnya. Maka dengan demikian, darinyalah dapat diharapkan suatu bantuan tanpa pamrih dengan kesadaran tanpa maksud tertentu. Pekerjaan yang bagaimanapun beratnya, akan dikerjakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan selesai dengan baik.    

Disamping itu Rizal Ramli juga dipengaruhi sosok Dewa Semar yang sakti dan madraguna dimana Semar selalu bertindak mengayomi dan jadi panutan bagi siapapun, serta dapat menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

Untuk melangkah sebagai pemimpin di republik ini tidaklah mudah karena "Semar" harus bersatu dengan Kresna untuk memenangi pertempuran melawan bangsa Kurawa. Pasangan Semar dan Kresna menjadi kuat dan berarti karena bersandarkan pada kekuatan Ilahi.

Bila sosok Semar ini ada di dalam diri Rizal Ramli maka sosok Kresna ada dalam diri Prabowo Subianto. Selain Prabowo Subianto, sesungguhnya ada satu sosok lagi yang masuk dalam pengaruh Kresna dan dapat diandalkan untuk melawan bangsa Kurawa. Sosok ini adalah seorang jenderal yang terkenal dengan sikap ksatria dan disukai para prajuritnya. Berpostur tidak tinggi, tegap namun tegas.

Ki Bowo Dadigaro
Praktisi Sipiritual


Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00