Semarang Jadi Kota Pertama Pelaku Program Kerjasama Indonesia-Malaysia Di Bidang Pariwisata

Pariwisata  JUM'AT, 03 AGUSTUS 2018 , 20:16:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Semarang Jadi Kota Pertama Pelaku Program Kerjasama Indonesia-Malaysia Di Bidang Pariwisata

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Kota Semarang menjadi kota pertama di Jawa Tengah yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan program gathering pelaku industri pariwisata Malaysia dan Indonesia. Pertemuan bertajuk Indonesia-Malaysia Toursim Gathering ini, digagas oleh Tourism Malaysia dengan tujuan mempertemukan para pelaku industri pariwisata dari dua negara tersebut.

Direktur Tourism Jakarta Ruslan Othman mengatakan, hingga saat ini wisata halal mulai menjadi trend liburan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, Indonesia menyandang status sebagai destinasi wisata halal terbaik kategori negara OIC oleh Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018.

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku industri pariwisata mulai dari travel agent, theme park hingga hotelier baik dari Malaysia maupun Indonesia terutama dari Semarang.

Untuk Malaysia, Indonesia menjadi penyumbang wisatawan terbanyak kedua setelah Singapura dengan catatan sebanyak 2.796.570 wisatawan Indonesia pada tahun 2017,” ungkapnya usai membuka program Indonesia-Malaysia Toursim Gatering di Hotel Pesona, Kota Semarang Jumat (3/8).

Sebaliknya, setidaknya pada tahun 2017 ada 1.238.376 wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia. Roslan menjelaskan, dengan dukungan direct accessibility menuju Kuala Lumpur sebanyak 1x sehari, Semarang memiliki potensi dalam menarik wisatawan asal Malaysia dan sebaliknya.

Pihaknya berharap, dengan data yang ada tersebut, kedepan akan semakin ramai maskapai penerbangan yang akan melayani direct flight dari Semarang menuju Kuala Lumpur sehingga akan semakin menambah jumlah kunjungan wisatawan ke kedua negara.

Dengan menjalin networking, pelaku industri pariwisata Malaysia dan Indonesia akan mulai bersinergi dan bekerja sama untuk kemajuan industrii pariwisataa kedeua negara, mereka (pelaku industri) akan saling bertukar informasi mengenai produk-produk baru,” jelas Roslan.

Selain itu, Roslan mengklaim, program ini diyakini akan memberi keuntungan bagi industri pariwisata kedua negara. Tentunya, dukungan Dinas Pariwisata dan ASITA, program ini akan lebih menggalakkan lagi idustri parisiwata di Malaysia dan Indonesia.

Dalam hal ini khususnya di wilayah Kota Semarang,” imbuh Roslan.

Kabid Pemasaran Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Eka Kriswati menyatakan, dengan adanya kegiatan ini Kota Semarang tentunya akan lebih giat lagi dalam hal pariwisata. Komitmen tersebut telah dibuktikan dengan sejumlah pembenahan infrastruktur terutama di titik-titik wisata Kota Semarang.

"Seperti saat ini yang sedang berlangsung pembenahan di Kota Lama. Nantinya juga ada semarang Zoo itu juga dalam persiapan pembenahan. Wisatawan yang sudah datang ke Semarang, kalau datang lagi tentu akan melihat sesuatu yang baru," terangnya.

Di sisi lain, terkait kesiapan Sumber Daya Manusia, Eka mengatakan pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi untuk membantu mengembangkan dan memperbanyak ilmu yang dimiliki oleh para pegiat wisata.

"Meskipun antara Indonesia dam Malaysia sendiri tidak memiliki begitu banyak perbedaan, terutama dari segi bahasa. Tentunya kami akan bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk memperkaya SDM," pungkas Eka. [jie]



Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00