Dinas Kesehatan Lakukan ‘ORI’ Sebagai Upaya Penyebaran Wabah Difteri Di Semarang

Kesehatan  MINGGU, 22 JULI 2018 , 07:01:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Dinas Kesehatan Lakukan ‘ORI’ Sebagai Upaya Penyebaran Wabah Difteri Di Semarang

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Menanggapi KLB Difteri yang terjadi di Kelurahan Genuk Sari dan Bangetayu Wetan, Kota Semarang terjadi beberapa hari ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono menjelaskan bahwa Tim Dinas Kesehatan Kota Semarang telah melakukan imunisasi di daerah tersebut dengan batasan umur di bawah 12 tahun.

Mulai Jumat kemarin Dinas Kesehatan sudah mengimunisasi anak-anak usia di bawah 12 tahun seluruh kelurahan Genuksari dan Bangetayu Wetan. Ini dilakukan karena warga disana yang sering berinteraksi dengan penderita,” tegas Widoyono kepada awak media, Sabtu (21/7).

Widoyono mengatakan, langkah upaya pencegahan penyebaran wabah difteri ini dinamankan dengan ORI (Outbreak Respons Immunization) yaitu upaya imunisasi dilakukan setelah KLB wabah difteri, tanpa memandang status imunisasi.

Widoyono menjelaskan dengan jalan imunisasi penyakit difteri akan terlindungi.

Penyakit difteri, kalau sudah diimunisasi Insya Allah terlindungi bukan 100% ya tidak. Tapi Insya Allah perlindunganya ada. Penularan penyakit ini melalui kontak bicara dengan orang difteri secara intens dan terus menerus,” jelasnya.

Kasus difteri ini pernah terjadi di Semarang tahun kemarin di Kelurahan Mijen dan tahun 2014 di Kelurahan Dadapsari.

Kasus ini pernah ada di tahun 2017 di daerah Mijen namun tidak ada korban yang meninggal dan tahun 2014 di Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara dengan korban meninggal kakak adik,” pungkasnya.

Yani, salah satu warga Genuk Sari, merespon positif langkah ORI yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Yani menuturkan telah membawa putranya yang berumur 9 tahun untuk di imunisasi difteri. Menurutnya difteri ini bahaya apabila tidak diobati secara dini, salah satunya dengan imunisai.

Wabah difteri menurut saya bahaya juga, namun kalau sudah di imunisasi penyakit ini sudah ada perlindungannya,” ungkap Yani.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali menegaskan bahwa informasi yang viral melalui WA tersebut adalah tidak benar.

"Itu Hoax ! Memang ada kasus difteri di sana, tapi itu sudah ditangani oleh sedulur-sedulur dinas Kesehatan Kota Semarang. Sehingga tidak ada yang namanya zona merah apalagi sampai tidak boleh lewat di daerah itu," pungkas orang nomor satu yang akrab disapa Hendi ini. [jie]



Komentar Pembaca
Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00