Jelang Penerimaan CPNS, BKD Jateng Minta Warga Waspada Penipuan

Pemerintahan  RABU, 18 JULI 2018 , 10:39:00 WIB | LAPORAN: KENARYO

Jelang Penerimaan CPNS, BKD Jateng Minta Warga Waspada Penipuan

Arief Irwanto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Jelang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah Arief Irwanto meminta masyarakat waspada penipuan. Ia menyatakan, proses penerimaan CPNS saat ini sudah transparan dan berdasarkan teknologi informasi.

"Penanganan pansel pusat, semua terdaftar online. BKD Jateng hanya menerima pengangkatan setelah CPNS," katanya ditemui RMOLJateng di kantornya, Rabu (18/7/2018) pagi.

Ia meminta masyarakat jangan percaya oknum yang menawarkan jasa pengangkatan PNS. Saat ini penerimaan CPBS berbasis online dan seluruh pendaftar harus mengikuti tes tanpa terkecuali.

Arief menyebut, tes CPNS denga model CAT pun berlangsung transparan. Seluruh hasil tes langsung ditayangkan dan tidak mungkin ada yang 'menyela' nilai.

"Semua langsung di bawah Badan Kepegawaian Nasional (BKN), dan sekarang semua online serta tidak pakai berkas lagi," jelasnya.

Ia menyatakan saat ini pemerintah mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Seluruh tes yang CPNS pun kualitasnya terjaga dan tiap soal berstarndar nasional.

Adapun saat ini jumlah PNS pemerintah provinsi Jateng mencapai 42 ribuan. Tiap tahun ada sekitar 2.000 PNS pensiun dan sebagian besar guru.

Untuk kebutuhan PNS, tahun ini pihaknya mengajukan sekitar 4.800 formasi. Rinciannya 1.600 untuk tenaga kesehatan, 1.200an tenaga pendidikan dan sisanya untuk infrastruktur. Namun, pihaknya tidak tahu berapa yang akan diberikan pemerintah pusat.

"Formasinya baru tahu berbarengan pengumuman pendaftatan CPNS," jelasnya.

Media sosial

Arief mengingatkan para pendaftar penerimaan CPNS harus belajar dengan tekun. Saat ini pemerintah mencari SDM Berkualitas dengan integritas tinggi, etika baik, hingga menilai dari sisi perilaku.

Sepengetahuannya, ada wacana memasukkan media sosial sebagai bagian dari perilaku. Kemungkinan ada pengecekkan media sosial dalam sesi tertentu. Tapi apakah wacana itu jadi atau tidak, ia menyatakan hal itu kewenangan panitia.

"Mungkin saat wawancara media sosial akan dicek semua, misal instagram, twitter, atau facebook," ujarnya.

Selain itu, panitia juga bakal mengcek kompetensi peserta sesuai bidangnya. Sarannya, para pendaftar penerimaan CPNS belajar semaksimal mungkin.

Di sisi lain, Hidayat warga Gunung pati berujar saat ini giat mencari informasi tentang penerimaan CPNS di media internwt. Ia berharap bisa mengikuti seleksi CPnS dan diterima.

"Terus searching nih, semoga bisa keterima," kata pria lulusan IT sebuah universitas swasta tersebut. [jie]



Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00