Pemkot 'Kabulkan' Keluhan Penggarap Tambak Di Terboyo Kulon, Satpol PP: Kami Beri Waktu Seminggu

Nusantara  RABU, 18 JULI 2018 , 09:59:00 WIB | LAPORAN: KENARYO

Pemkot 'Kabulkan' Keluhan Penggarap Tambak Di Terboyo Kulon, Satpol PP: Kami Beri Waktu Seminggu

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Keluhan para petambak di kelurahan Terboyo Kulon yang protes karena akan diurug untuk disposal area proyek Banjir Kanal Timur (BKT), 'dikabulkan' pemerintah kota Semarang. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Endro Dwi Martantono menyatakan pemkot bakal melayangkan somasi pada para penggarap lahan.

"Dalam somasi itu pemkot memberi waktu 7x24 jam supaya tambak itu dikosongkan," katanya pada RMOLJateng, Rabu (17/7/2018).

Ia menyatakan, jika tidak ada pengosongan lahan tambak maka pihaknya segera melakukan operasi yustisi. Keputusan itu berasal dari rapat gabungan pada Selasa (17/7/2018) kemarin. Rapat dipimpin langsung oleh wakil wali kota Semarang.

Endro menegaskan bahwa lahan para penggarap tambak itu merupakan milik pemkot. Bagi warga yang selama ini merasa menggarap, ia meminta untuk mengerti. Ketika pemkot membutuhkan, maka para penggarap harus bersedia melepaskan.

"Toh selama ini mereka tidak ada kontribusi apa-apa pada pemkot," ujarnya.

Kepala Bidang Tibum Tranmas, Titis Purnomo membenarkan rencana itu. Pihaknya berencana melayangkan somasi minggu depan di wilayah Terboyo Kulon.

Ia menyatakan untuk proses pengurugan tambak bakal menurunkan dua regu atau setara 40 personel. Selain untuk disposal Area, lahan itu juga akan digunakan untuk IPAL perkotaan.

"Kami akan amankan proses pengerukkan tersebut," ujarnya.

Terpisah, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunawan Saptogiri menyatakan pemkot pernah digugat di PTUN terkait lahan tambak di terboyo kulon tersebut. Pihak pemkot memenangkan gugatan tersebut.

Sebelumnya, proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) turut berdampak pada pemilik tambak di kelurahan Terboyo Kulon, kecamatan Genuk. Sejumlah tambak yang selama ini dikelola warga selama puluhan tahun bakal dijadikan disposal area untuk proyek BKT.

Salah satu pemiliknya adalah Edy Johar, seorang seniman asal kelurahan Tambakrejo, Gayamsari. Ia keberatan tambak yang sudah dikelolanya mendadak diurug untuk disposal area.

"Saya mendukung program pemerintah, tapi kalau tidak ada komunikasi lalu mendadak hendak diurug ya rasanya kok kami (warga penggarap tambak) tidak dianggap," tuturnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (13/7/2018) lalu. [jie]




Komentar Pembaca

"Jokowi" Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

Jokowi Terpelanting, #2019GantiPresiden

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Sri Mulyani Menyesatkan!

Sri Mulyani Menyesatkan!

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00