KADIN Usulkan Aplikasi Khusus Wisata Untuk Turis Di Kota Semarang

Pariwisata  JUM'AT, 06 JULI 2018 , 00:59:00 WIB | LAPORAN: KENARYO

KADIN Usulkan Aplikasi Khusus Wisata Untuk Turis Di Kota Semarang

Mahar Soedjana/RMOL Jateng

RMOLJateng. Kurangnya informasi tempat wisata di Kota Semarang secara detil jadi perhatian Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Semarang. Wakil ketua Kadin Kota Semarang, Mahar Soedjana mengungkapkan perlunya kemudahan wisatawan mengakses segala kebutuhan wisata di kota Semarang.

Ia mendorong adanya aplikasi informasi wisata yang berisi mulai dari informasi berbagai moda transportasi menuju lokasi wisata. Kemudian, pilihan penginapan hingga harga paket wisata di suatu objek.

"Saya kira hal itu bakal sangat membantu, apalagi tren wisatawan anak muda saat ini selalu berhubungan dengan gadget," tuturnya pada RMOLJateng.

Pria berkacamata itu juga menyatakan persetujuannya tentang wacana penggarapan Edu Wisata di empat desa wisata yaitu Kelurahan Plalangan, Kelurahan Gunungpati, kelurahan Cepoko dan kelurahan Kandri.

Menurutnya, packaging empat desa wisata itu cocok dengan konsep edu wisata. Keempatnya menyediakan wisata di bidang agro semisal pertanian hingga perkebunan. Namun, perlu kemasan yang lebih menarik.

Mahar mengusulkan ada penggarapan paket wisata di empat desa itu. Tentunya yang saling berhubungan satu sama lain.

"Kemudian pengenalan ke masyarakat luas, mungkin dengan memasang promosi di bus Trans Semarang dan sebagainya," ujarnya.

Untuk meningkatkan kunjungan, pemerintah bisa bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam mengemas edu wisata. Lalu, usulnya lagi, ada semacam pusat dari wisata agro sebagai tetenger atau tanda.

"Semacam simbol mirip Simpanglima, mungkin di satu desa wisata bisa digaeap dijadikan simbol dan pusat kegiatan edu wisata. Kalau boleh saya beri istilah yaitu agropolitan," kata pengusaha mebel tersebut.

Ketika konsep-konsep tersebut berjalan, maka Kadin Kota Semarang turut bergerak. Caranya? Mengajak seluruh asosiasi pengusaha memberi nilai lebih untuk objek wisata tersebut. Misalnya memberi pelatihan manajemen hingga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah. [jie]



Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Foto Restorasi Candi

Foto Restorasi Candi

SELASA, 24 JULI 2018 , 19:07:00

Foto Memperbaiki Pipa Air

Foto Memperbaiki Pipa Air

SELASA, 24 JULI 2018 , 16:23:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00