Lomban Syawalan, Nelayan Rebutan Sesaji Kepala Kerbau

Budaya  SABTU, 23 JUNI 2018 , 11:57:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Lomban Syawalan, Nelayan Rebutan Sesaji Kepala Kerbau

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Nelayan berebut sesaji kepala kerbau yang dilarung saat tradisi Pesta Lomban Syawalan di perairan Jepara, Sabtu (23/6/2018). Mereka berharap berkah dari tradisi yang sudah berumur ratusan tahun tersebut.

Pesta Lomban Syawalan merupakan simbol syukur nelayan Jepara. Tradisi ini diikuti ribuan warga yang menumpang ratusan kapal. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan jajaran forkompinda ikut juga dalam sedekah laut tersebut.

Selain kepala kerbau, ada juga beberapa sesaji lain yang dimasukkan dalam replika perahu kecil.

Berbagai sesaji tersebut dibawa ke tengah laut dengan menggunakan
kapal yang dinaiki oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Sedang ratusan kapal yang dinaiki ribuan orang mengikuti dari belakang.

Sesaat sebelum sesaji akan dibuang ke tengah laut, kapal-kapal nelayan yang mengikuti dari belakang tiba-tiba berusaha mendekat kapal yang berisi sesaji tersebut. Hampir saja terjadi benturan antar kapal.

Saat sesaji sudah dilarung ke laut, tidak hanya kepala kerbau saja yang diperebutkan, air laut yang berada di sekitarnya juga diambil dengan cara ditimba. Air laut ini kemudian disiramkan ke kapal-kapal milik nelayan. Warga dan para nelayan berkeyakinan kalau sesaji dan air laut di sekitarnya membawa berkah.

"Tradisinya memang seperti ini. Lewat tradisi ini kami berharap berkah," kata salah seorang nelayan, Karmuji, sembari mengusap air laut yang ditimba dari sekitar replika kapal pembawa kepala kerbau ke kapal miliknya, Sabtu (23/6/2018).

Kepala Disparbud Jepara Basuki Wijayanto mengatakan ada sejumlah
kegiatan yang digelar terkait Pesta Lomban Syawalan tahun ini. Prosesi
diawali dengan ziarah ke Makam Encik Lanang di Pulau Kelor dan makam
Muhammad Syarifatau Kiai Ronggo Mulyo di Kelurahan Ujung Batu.

Lalu dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Lalu setelah itu pelarungan sesaji kepala kerbau dan diakhiri dengan rebutan
gunungan kupat dan lepet di Pantai Kartini. Gunungan tersebut sebelumnya didoakan oleh pemuka agama setempat.

 Ke depan tradisi ini akan terus kita kembangkan agar even ini lebih menarik,” ujar Basuki.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan rangkaian Pesta Lomban
Syawalan ini merupakan tradisi turun temurun yang layak dilestarikan. Ritual ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang diberikan pada tahun sebelumnya. Selain itu juga.tradisi ini juga sarana berdoa agar rejeki di tahun depan lebih baik lagi.

Kita juga berdoa semoga warga Jepara diberi keselamatan. Khusus nelayan semoga tidak terjadi kecelakaan di laut,” tandas Marzuqi. [jie]



Komentar Pembaca
#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

Airlangga Berpeluang Digarap KPK

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

Tak Ada Bukti Istana Terlibat Asia Sentinel

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 13:00:00

Foto Restorasi Candi

Foto Restorasi Candi

SELASA, 24 JULI 2018 , 19:07:00

Foto Memperbaiki Pipa Air

Foto Memperbaiki Pipa Air

SELASA, 24 JULI 2018 , 16:23:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00