Menhub : Ada Masalah Terkait Dengan Taxi Di Bandara A Yani Semarang

Politik  RABU, 13 JUNI 2018 , 01:54:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Menhub : Ada Masalah Terkait Dengan Taxi Di Bandara A Yani Semarang

Menhub Budi Karya/RMOL Jateng

RMOLJateng. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan ada kekurangan fasilitas di Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang. Kekurangan itu terhadap adanya ketersediaan taxi yang hanya khusus disediakan taxi bandara dari pihak Angkasa Pura dengan tarif khusus.

"Yang lain kami evaluasi tentang bandara berjalan dengan baik tentunya masyarakat Jawa Tengah bisa menerima dengan baik. Bahwa ada satu kekurangan berkaitan dengan taxi, tadi pagi GM, Direksi sudah bertemu dengan Pak Panglima, Insya Allah itu bisa diselesaikan dengan baik," tegas Budi Karya Sumadi usai meninjau Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang Selasa 912/6).

Budi Karya enggan mendikotomikan jika wilayah Bandara Internasional Ahmad Yani taxi-nya didominasi oleh pihak pengelola PT. Angkasapura yang merupakan BUMN milik Lanumad TNI.

"Saya pikir saya nggak mau dikotomi lah. Jadi satu tempat yang baru saja dihuni, biasanya kita belum menyelesaikan hal-hal yang detail-detail," terangnya. 

Budi Karya mencontohkan, dulu di Bandara Internasional Soekarno Hatta juga pernah terjadi hal yang sama. Salah satu perusahaan taxi hanya didominasi oleh satu perusahaan taxi saja. Sehingga setelah dikomunikasikan dengan baik, kini segala moda transportasi termasuk taxi bandara jenis apapun bisa masuk dan mengangkut penumpang di bandara.

"Di Soekarno Hatta juga begitu. Khan Soekarno Hatta juga cukup lama, ada suatu proses," ujarnya. 

Budi Karya berharap persoalan monopoli taxi ini bisa diselesaikan dalam jangka waktu seminggu saja.

"Saya pikir dalam satu minggu sudah selesai," pintanya.

Budi Karya yakin jika support dan perhatian Panglima TNI sangat total terhadap sarana transportasi masal terbukti saat dirinya bersama Panglima TNI melakukan program pemantauan mudik saat ini.

"Yang dikomunikasikan bukan hal itu saja. Menyangkut hal yang banyak yah karena Pak Panglima luar biasa, mensupport kegiatan. Saya dua hari berturut-turut bertemu dengan Panglima TNI dan Kapolri dalam rangka mensupport kegiatan mudik lebaran," terangnya.

Sehingga, Budi Karya berharap tidak perlu  dengan menggunakan pagung hukum berupa peraturan menteri (Permen) untuk mengatur pengelolaan sarana transportasi dan pengelolaan yang bisa masuk dan digunakan di Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang.

"Nggak perlu peraturan menteri, bisa jalan langsung bisa selesai," pungkasnya. [jie]


Komentar Pembaca
Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00