RSUD KRMT Wongsonegoro Tetap Buka Melayani Pasien Rawat Inap dan Jalan 24 Jam

Kesehatan  SENIN, 11 JUNI 2018 , 16:30:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

RSUD KRMT Wongsonegoro Tetap Buka Melayani Pasien Rawat Inap dan Jalan 24 Jam

Susi Herawati/RMOL Jateng

RMOLJateng. Meskipun RSUD KRMT Wongsonegoro menetapkan libur lebih lambat dari program libur dan cuti pemerintah, namun Rumah Sakit dibawah Pemkot Semarang ini tetap buka 24 jam. Baik dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun dokter rawat jalanya tetap bekerja selama 24 jam.   

"Kami untuk tim medis, sesuai dengan arahan pemerintah libur mulai tanggal 11 Juni, kalau kami mulai libur tanggal 13. Tetapi liburnya hanya poly-nya saja klinik yang rawat jalan yang lainya tetap jalan selama 24 jam. Dokter visit 7 X 24 jam," tegas Susi Herawati kepada RMOL Jateng di RSUD KRMT Wongsonegoro, Kawasan Ketileng, Kota Semarang Senin (11/6).

Untuk pasien rawat jalan dokter yang mengampu atau memantau pasien yang rawat inap selama libur lebaran di RSDU KRMT Wongsonegoro ada sebanyak 7 dokter spesialis penyakit dalam dan 5 spesialis dokter kandungan. Secara bergantian mereka mengatur jadwal sendiri guna bertugas selama libur lebaran 2018 kali ini.

"Dokter spesialis kami pun selama liburan Lebaran tetap ada yang visit. Beliau bagaimana upayanya, dokter tidak hanya satu tapi berbagai penyakit dalam kami ada 7, dokter kandungan kami ada 5 dan lain sebagainya. Mereka bisa mengatur diri karena kita sudah tipe B dan kalau dokter yang visit dokter spesialis. Tetap yang melakukan visit harus dokter spesialis, tidak boleh dokter umum," beber Susi.

Dokter umum, Susi menjelaskan memang ada dan standbye di IGD RSUD KRMT Wongsonegoro. Namun, jika pasien dirujuk untuk rawat inap maka yang melakukan visit pasien rawat inap harus dokter spesialis sesuai dengan aturan dari RSUD KRMT Wongsonegoro yang saat ini sudah menjadi rumah sakit Tipe B.   

"Walaupun ada yang namanya dokter jaga di IGD tidak di bangsal, meski ada dokter umum berperan hanya sebagai penyambung. Jadi, pasien rawat inap tetap harus dalam pengelolaan dokter spesialis karena kami sudah komitmen kalau tipe B, pasien-pasien harus dilayani dokter spesialis," terangnya.

Susi menambahkan,  untuk IGD sendiri selama libur lebaran juga diberlakukan buka selama 24 jam.

"Kalau di kami, pasien-pasien yang sakit biasa bisa minum obat, monggo IGD kami buka selama 24 jam selama ada matahari. Oh ya, kalau BPJS, IGD tidak langsung pakai rujukan," pungkas Susi. [jie]



Komentar Pembaca
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Kerusuhan Tanah Abang, Korban Jiwa Berjatuhan
Revitalisasi Kota Lama Semarang

Revitalisasi Kota Lama Semarang

RABU, 27 MARET 2019 , 15:02:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00