Kap Lampu Penguat Kebangsaan dan Pluralisme Ala Mahasiswi UMK

Pendidikan  SABTU, 09 JUNI 2018 , 20:25:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Kap Lampu Penguat Kebangsaan dan Pluralisme Ala Mahasiswi UMK
RMOLJateng. Ada banyak cara unik yang bisa digunakan untuk mengekspresikan nilai kebangsaan dan pluralisme di Indonesia. Salah satu caranya seperti yang ditunjukkan oleh trio mahasiswi Universitas Muria Kudus (UMK).

Ketiga mahasiswi cerdas tersebut yakni Anisa Chuswatun Khasanah, Khusnul Farida dan Imroatul Khoiriyah. Mereka mengembangkan dua nilai positif tersebut melalui kap lampu.

Menurut Anisa, ia dan dua temannya mengembangkan kap bertema KAMPUS (Kap Lampu Motif Nusantara). Kreativitas hasil samping gebyog bambu itu merupakan upaya melestarikan budaya dan meningkatkan toleransi.

Kap lampu yang dikembangkan itu, antara lain memuat potret tokoh-tokoh bangsa Soekarno dan Hatta, Jenderal Soedirman, dan Ki Hadjar Dewantara.

Selain itu, kap lampu itu juga memuat potret Tari Kretek, Museum Kretek hingga Rumah Adat Kudus.

"Pesan yang kita sampaikan lewat kap lampu ini adalah soal pluralisme dan kebangsaan. Anak muda biasanya lebih tertarik dengan hal-hal yang sifatnya abstrak dengan medium yang simpel dan sederhana seperti ini," kata Anisa, Sabtu (9/6/2018).

Selain bermuatan nilai positif, kap lampu hasil pengembangam mahasiswi UMK itu juga memiliki nilai ekonomis. Terlebih saat ini bisnis restoran, cafe hingga perumahan  e banyak yang menggunakan kap lampu sebagai penghias  ruangan agar terlihat lebih bernuansa modern klasik.

"Kesan dari rekan-rekan yang lain juga bagus. Mereka menilainya bagus," timpal Farida.

Mengenai bahan baku, sejauh ini tidak ada kendala. Justru proses yang cukup sulit saat bagian akhir produk kap lampu ini.

Wakil Rektor UII UMK, Rochmad Winarso, mengapresiasi kreativitas ketiga mahasiswinya tersebut. Rochmad mendorong agar lebih layak jual, maka kualitas produk harus dijaga. Tak hanya itu, produ kap lampu itu harus dibuat variatif dengan beragam tema lainnya.

"Bangga sekali. Terpenting kualitas harus sesuai standar," tandas Rochmad. [jie]



Komentar Pembaca
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Kerusuhan Tanah Abang, Korban Jiwa Berjatuhan
Revitalisasi Kota Lama Semarang

Revitalisasi Kota Lama Semarang

RABU, 27 MARET 2019 , 15:02:00

Festival Pameran Foto Semarang

Festival Pameran Foto Semarang

SELASA, 23 APRIL 2019 , 20:00:00

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

MIK Semar Gelar Aksi Simpatik

KAMIS, 16 MEI 2019 , 18:03:00