Inilah Penjelasan Rektor Unnes Atas Insiden Penolakan Uang Pangkal

Pendidikan  JUM'AT, 08 JUNI 2018 , 16:02:00 WIB | LAPORAN: KENARYO

Inilah Penjelasan Rektor Unnes Atas Insiden Penolakan Uang Pangkal

Foto/dok

RMOLJateng. Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menghimbau mahasiswa yang menolak pemberlakuan uang pangkal untuk tidak memaksakan kehendak.

Ia menghargai sikap sejumlah mahasiswa yang tidak sepakat dengan kebijakannya. Namun ketidaksepakatan itu harus disampaikan dengan santun, saling menghormati dan tidak memaksa.

Fathur menjelaskan, kebijakannya menetapkan uang pangkal telah sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 39 tahun 2017. Pada pasal 8 Permenristekdikti dinyatakan bahwa perguruan tinggi negeri dapat memungut uang pangkal dari mahasiswa jalur seleksi mandiri.

Kebijakan tersebut juga sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 204/PMK.05/2016  tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Universitas Negeri Semarang.  Dalam PMK tersebut besaran uang pangkal telah diatur dalam lima kategori berbeda, yaitu Rp5 juta untuk kategori  I dan Rp25 juta untuk kategori tertinggi, yaitu kategori V.

"Uang pangkal yang ditetapkan Unnes sudah sesuai kedua aturan tersebut. Uang pangkal terdiri dari lima kategori, sesuai dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa,” katanya dalam keterangan yang diterima RMOLJateng.

Bukan hanya itu, Unnes juga siap memberikan dispensasi bagi calon mahasiswa yang benar-benar tidak mampu membayar uang pangkal. Dispansasi tersebut diberikan kepada calon mahasiswa berstatus yatim piatu, calon mahasiswa penghuni panti asuhan, calon mahasiswa yang sedang tertimpa bencana (banjir, tanah longsor), calon mahasiswa miskin yang hafal Al-Quran, serta calon mahasiswa yang memang layak dibantu setelah dilakukan validasi.

Pemberlakukan uang pangkal, menurutnya, merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pendanaan pendidikan.

Pemerintah memberi keleluasaan PTN untuk memungut uang pangkal agar masyarakat yang mampu bisa berkontribusi dari segi pendanaan. Mekanisme itu bahkan memungkinkan terjadinya subsidi silang. Masyarakat dengan kekuatan ekonomi kuat dapat membayar lebih agar perguruan tinggi dapat memberikan pembebasan biaya kepada mahasiswa lain dari kelompok ekonomi kurang. Karena tidak semua orang yang mendaftar kan orang miskin. Kalau memang mereka mampu dan mau berkontribusi, jangan dihalang-halangi,” katanya.

Imbauan itu disampaikan Prof Fathur setelah terjadi insiden di depan Rektorat pada Kamis (7/6) sore.  Saat Prof Fathur pulang dengan kendaraan dinasnya, sejumlah mahasiswa berusaha  menghadangnya, memaksa agar membatalkan kebijakan tersebut.

Beberapa mahasiswa bahkan menggedor-gedor mobil meminta Prof Fathur untuk turun. Namun Prof Fathur menolak turun karena cara yang dilakukan mahasiswa dirasa tidak akademis bahkan cenderung memaksakan kehendak. Oleh karena itu, mobil yang dikendarainya tetap melaju dengan pelan.

Namun sejumlah mahasiswa tetap merangsek menghadang mobil yang dinaiki Prof Fathur, bahkan mulai mengekspresikan bentuk kekerasan verbal dan fisik.

Sejumlah mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan merubuhkan tubuh di depan mobil seolah-olah tertabrak oleh mobil. Bahkan tidak ada satu pun mahasiswa tertabrak, apalagi terlindas mobil.

Pihaknya sedang mengusut kejadian tersebut. Sebab pihak keamanan internal kampus telah mengetahui adanya oknum dari luar kampus yang sengaja melakukan aksi kurang simpatik.

Kehadiran beberapa oknum tersebut sangat mencolok karena selain tidak memakai jas almamater, mereka juga memiliki perangai yang sangat berbeda dengan mahasiswa.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 sangat disayangkan oleh Rektor. Sebab, pihaknya telah menerima perwakilan mahasiswa dengan baik. Sejumlah perwakilan mahasiswa dari lembaga kemahasiswaan yang ingin menyampaikan aspirasi diterima Rektor pukul 10.15.

Dialog dilanjutkan stelah salat Zuhur dengan memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.

Merespon kejadian tersebut, pihak keamanan kampus bekerja sama dengan Polrestabes Semarang untuk menjaga kondisi kampus agar tetap kondusif dan kejadian tersebut tidak terjadi lagi.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa menyatakan menolak kebijakan uang pangkal yang ditetapkan Unnes bagi calon mahasiswa jalur seleksi mandiri. Mahasiswa telah diberi ruang dialog untuk menyatakan sikapnya. Meski telah diberi ruang dialog, sejumlah mahasiswa memaksakan menggelar demonstrasi pada Senin (4/6). [jie]



Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Foto : Pembangunan Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang
Jalan Sehat Jaman Now

Jalan Sehat Jaman Now

MINGGU, 06 MEI 2018 , 08:38:00

Foto : Banjir Rob Semarang

Foto : Banjir Rob Semarang

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:24:00