Karnaval Dugderan Sambut Bulan Ramadhan 1439 H Jalan Pemuda Ditutup

Pariwisata  SELASA, 15 MEI 2018 , 00:00:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Karnaval Dugderan Sambut Bulan Ramadhan 1439 H Jalan Pemuda Ditutup

Rute Karnaval/RMOL Jateng

RMOLJateng. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang Selasa (15/5) besok akan menggelar tradisi karnaval Dugderan yang pada tahun ini mengusung tema Dugderan Membangun Kebersamaan dan Kerukunan Mewujudkan Semarang Hebat”.

Sebagaimana penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, prosesi Dugderan akan berlangsung dengan menempuh rute dari Halaman Balaikota, Masjid Agung Kauman, Kawasan Jolotundo dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Guna kelancaran kegiatan tersebut, Jalan Pemuda dari arah Paragon sampai dengan Tugu Muda akan ditutup total sejak pukul 14.00 WIB. Sementara ruas jalan yang lain seperti Paragon ke arah Pasar Johar akan ditutup separuh jalan dikarenakan jalur ke arah Pasar Johar dipergunakan untuk pawai. Sedangkan jalur sebaliknya dari arah Pasar Johar tetap dibuka untuk pengguna jalan.

Plt Kabag Humas dan Protokol, Agus Joko Triyono menghimbau kepada warga masyarakat untuk sementara waktu menghindari Jalan Pemuda.

Kami menghimbau kepada warga masyarakat, pada hari ini Selasa (15/5) supaya menghindari Jalan Pemuda dan mencari alternatif jalan lain guna menghindari kemacetan lalu lintas dikarenakan adanya kegiatan pawai Dugderan,” ujarnya.

Agus juga mengajak warga masyarakat supaya  menyaksikan langsung dan ikut memeriahkan tradisi Dugderan ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri mengungkapkan, karnaval kedua adalah karnaval ritual dugderan yang akan digelar pada Selasa (15/5), dimulai persiapanya di Halaman Kantor Balaikota, Pemkot Semarang sekira pukul 12.00 WIB.  

"Akan ada arak-arakan. Tahun ini agak berbeda, karena semua pesertanya akan mengenakan busana adat atau pakaian budaya dari beberapa daerah di Indonesia," ungkapnya.

Mereka, Masdiana membeberkan, akan berjalan menuju ke Masjid Agung Kauman, Kota Semarang dan disana akan dilakukan ritual pembacaan Suquf Halaqoh, pentas seni hiburan islami dan pembagian roti khas Kota Semarang "Ganje Rel".

"Makna dan filosofi roti "Ganjel Rel" ini adalah supaya dalam menghadapi dan memasuki bulan Ramadhan dalam menjalani ibadah puasa bisa menerima secara ikhlas. Tidak ada ganjalan," terangnya.

Kemudian, usai ritual di Masjid Agung Kauman, dilanjutkan dengan ritual di Masjid Agung Jawa Tengah di Kawasan Gajah, Kota Semarang. Disana, akan dilakukan prosesi ritual Dugderan. Dugderan berasal dari dua kata yaitu "Dug" yang merupakan suara dari bedug yang akan dipukul oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Sementara, suara "Der", merupakan suara yang muncul karena disulutnya petasan atau mercon, dalam bahasa populer Semarangan. Kedua bunyi itulah pada masanya dulu yang merupakan tanda dimulainya ritual atau ibadah di bulan puasa. [jie]



Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00