Dua Karnaval Tandai Awal Datangnya Ramadhan Di Kota Semarang

Budaya  SENIN, 14 MEI 2018 , 07:53:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Dua Karnaval Tandai Awal Datangnya Ramadhan Di Kota Semarang

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Dua karnaval atau arak-arakan akan menandai datangnya bulan suci ramadhan atau yang biasa disebut dengan ritual menyambut bulan puasa atau Ritual Dugderan di Kota Semarang.

Kedua karnaval itu adalah karnaval pelajar se-Kota Semarang yang digelar Senin (14/5) pagi yang dimulai sekira pukul 06.00 WIB di Kawasan Masjid Baiturrahman, Simpang Lima, Kota Semarang.

"Karnaval anak-anak ini mulai dari siswa TK sampai SMU berlangsung di Simpang Lima Semarang," ujar  Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri kepada RMOLJateng.

Masdiana mengungkapkan, karnaval ini diikuti oleh ribuan pelajar dari 16 Kecamatan yang tersebar di Kota Semarang.

"Karnaval Budaya anak-anak sekitar 16 ribu orang dari 16 Kecamatan pesertanya. Termasuk guru-gurunya, termasuk OPD-nya. Mulai jam 06.00 pagi sampai selesai," ungkap Masdiana.

Masdiana mengungkapkan, karnaval kedua adalah karnaval ritual dugderan yang akan digelar pada Selasa (15/5), dimulai di Halaman Kantor Balaikota, Pemkot Semarang sekira pukul 12.00 WIB. 

"Akan ada arak-arakan. Tahun ini agak berbeda, karena semua pesertanya akan mengenakan busana adat atau pakaian budaya dari beberapa daerah di Indonesia," ungkapnya.

Mereka, Masdiana membeberkan, akan berjalan menuju Masjid Agung Kauman, Kota Semarang dan disana akan dilakukan ritual pembacaan Suquf Halaqoh, pentas seni hiburan Islami dan pembagian roti khas Kota Semarang "Ganje Rel".

"Makna dan filosofi roti "Ganjel Rel" ini adalah supaya dalam menghadapi dan memasuki bulan Ramadhan dalam menjalani ibadah puasa bisa menerima secara ikhlas. Tidak ada ganjalan," terangnya.

Kemudian, usai ritual di Masjid Agung Kauman, dilanjutkan dengan ritual di Masjid Agung Jawa Tengah di Kawasan Gajah, Kota Semarang. Disana, akan dilakukan prosesi ritual Dugderan. Dugderan berasal dari dua kata yaitu "Dug" yang merupakan suara dari bedug yang akan dipukul oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Sementara, suara "Der", merupakan suara yang muncul karena disulutnya petasan atau mercon, dalam bahasa populer Semarangan. Kedua bunyi itulah pada masanya dulu yang merupakan tanda dimulainya ritual atau ibadah di bulan puasa. [jie]


Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00