Peringati Hari Kolase Sedunia, KolaseMauku Kolektif Gelar Pameran

Lifestyle  MINGGU, 13 MEI 2018 , 20:09:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Peringati Hari Kolase Sedunia, KolaseMauku Kolektif Gelar Pameran

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Pameran Kolase bertajuk ‘Kertas Bekas Melawan Batas’ digelar di Hsyteria, Jalan Stonen 29 Semarang. Pameran yang digelar oleh KOLASEMAUKU KOLEKTIF itu menampilkan sedikitnya 40 karya.

Penggagas acara Kolasemauku Kolektif, Debby Janet mengatakan sebetulnya masih jarang yang mengetahui dan mengenal apa itu seni kolase. Seni Kolase merupakan sebuah metode berkesenian gunting dn tempel dengan menggunakan bahan-bahan sisa yang tidak terpakai, baik berupa majalah, bungkus sisa makanan/minuman, kardus, tissu, kain, daun kering, kayu dan yang lainnya.

Semua bahan-bahan sisa atau bekas itu kita gunting dan tempel semau kita di dalam sebuah medium apa pun, bisa pakai kertas yang agak tebal, papan triplek atau bisa juga kanvas. Kalau lokakarya ini kita menempelkannya dalam medium kanvas berukuran 2 x 1 meter,” ujarnya, akhir pekan kemarin.

Debby menerangkan, selain pameran pihaknya juga menggelar lokakarya yang diikuti sedikitnya 25 peserta. Kata Debby, Loka karya yang digagas untuk memperingati Hari Seni Kolase Sedunia.  

Ini merupakan sebuah kolaborasi antara pegiat seni kolase di Kota Semarang yang cukup massive beberapa tahun belakangan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, pegiat kolase Riska Farasonalia menambahkan kalau dirunut sejarahnya seni kolase itu sendiri memiliki semangat ingin selalu mengadakan perubahan. Mengambil gambar di sana-sini dari berbagai sumber yang berlainan, kemudian berusaha menyatukan semua potongan gambar itu dalam satu bidang, cukup kuat mengesankan proses ingin menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang lama.

Dari semangat yang diusung kolase itulah menumbuhkan inspirasi saya yang juga tergabung dalam Kolasemauku Kolektif untuk ikut loka karya dan pameran kolase, sekaligus ingin kumpul dan sharing dengan para pegiat seni kolase yang tersebar di Kota Semarang,” pungkasnya.

Harapannya, lanjut dia, pegiat seni kolase di Kota Semarang akan semakin bertambah bahkan bisa untuk menghidupi para pegiat seni yang memang ingin fokus pada seni kolase ini. [jie]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00