Tari Erotis Di Pantai Kartini

Pornoaksi di Pantai Kartini Coreng Nama "Harum" RA Kartini

Hukrim  MINGGU, 15 APRIL 2018 , 12:03:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD OLIEZ

Pornoaksi di Pantai Kartini Coreng Nama

Foto/RMOL Jateng

RMOLJateng. Tarian pornoaksi yang disuguhkan tiga perempuan berbusana setengah telanjang di Pantai Kartini dinilai mencoreng nama "harum" pahlawan emansipasi wanita asal Jepara, RA Kartini.

Selain merendahkan martabat perempuan, tarian erotis di tengah gerombolan laki-laki itu juga menodai perjuangan yang dirintis RA Kartini lebih dari seabad lalu.

Aktivis Yayasan Kartini Indonesia (YKI) bersama elemen lain, Minggu (15/4) menggelar aksi unjuk rasa mengecam tindakan pornoaksi di Pantai Kartini. Aksi itu sengaja digelar di Tugu Kartini sebagai simbol keprihatinan atas "tragedi" memilukan yang menorehkan citra buruk Jepara di pentas nasional.

Peserta aksi membekali diri dengan spanduk dan karton berisi beragam tulisan. "Jangan Buat Kartini Menangis", Jangan Kotori Bumi Kartini", "Perempuan Jepara Mengutuk", "Kado Pahit HUT ke-469 Jepara" dan lain sebagainya.

Ketua YKI, Hadi Priyanto mengatakan pihaknya mengutuk keras pornoaksi saat kegiatan 1st Anniversary Jepara N Max Owner yang digelar di Pantai Kartini. Kegiatan tersebut sangat mencoreng nama baik RA Kartini dan juga Kabupaten Jepara.

Sebab berdasar penelusurannya, undangan pentas "penari setan" yang dibuat panitia ternyata menggunakan gambar RA Kartini.

"RA Kartini menangis karena persoalan ini. Tidak tiba-tiba ada wanita setengah telanjang menari di tengah lapangan dan kalian dengan tertawa menikmatinya. Kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini," kata Hadi, Minggu (15/4/2018).

Hadi berharap netizen yang mengunggah postingan "penari setan" di medsos agar menghapusnya. Langkah itu penting demi nama baik daerah, nama "harum" pahlawan emansipasi perempuan Indonesia asal Jepara, RA Kartini dan sekaligus kehormatan Ratu Kalinyamat yang waktu penobatannya sebagai penguasa Kota Ukir ditetapkan sebagai Hari Jadi Jepara.

"Ini juga demi anak cucu kita. Mereka akan malu kalau di Bumi Kartini justru malah ada aksi yang merendahkan martabat perempuan," sesalnya.

Anggota DPRD Jepara, Sunarto mengatakan pihaknya juga melakukan penelusuran soal organisasi N Max yang menggelar pentas yang mengarah pornoaksi di Pantai Kartini.

Ternyata informasi dari Badan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Jepara, komunitas itu ternyata belum terdaftar secara resmi. Meski begitu, ternyata organisasi itu berani membuat kegiatan skala besar dan parahnya berujung negatif.

"Mereka belum punya badan hukum tapi buat EO, lalu urusan pajak untuk daerah bagaimana itu? Ini saja sudah tidak benar, belum urusan penari yang mengarah pornoaksi tersebut," ucap Sunarto.

Sunarto berkomitmen mendorong agar persoalan ini disikapi serius oleh Pemkab Jepara. Bahkan tak menutup kemungkinan bisa dibentuk pansus DPRD untuk persoalan ini.

"Besok (Senin) ada paripurna. Saya akan mendorong pimpinan DPRD agar mengambil sikap terkait kasus ini. Polisi silahkan bekerja sesuai ranahnya, sedang wakil rakyat sesuai tugasnya juga," tandasnya. [jie]



Komentar Pembaca
Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00