Menteri Rini Paparkan Strategi Memimpin Kementerian BUMN

Pendidikan  JUM'AT, 13 APRIL 2018 , 09:47:00 WIB

Menteri Rini Paparkan Strategi Memimpin Kementerian BUMN

Foto: Net

RMOLJateng. Menteri BUMN Rini M Soemarno menegaskan BUMN sebagai korporasi milik negara dalam praktiknya harus dikelola secara profesional, transparan dan mampu menciptakan nilai serta berkontribusi bagi negara.

Paparan ini diungkapkannya saat memberikan kuliah umum bertema 'Executive  Series: Nurturing and Managing Leaders In State- Owned Enterprises of Indonesia ' bagi mahasiswa Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) di Auditorium Kampus UGM Yogyakarta pada pada Kamis (12/04).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini memaparkan tentang strategi pengelolaan 143 BUMN yang bernaung di bawah Kementerian Badan Usaha Milk Negara.

Rini mengakui, memiliki peran dan tanggung jawab besar untuk terus menjadikan BUMN-BUMN semakin kuat dan bertahan di masa-masa mendatang.

Untuk dapat mengelola BUMN secara profesional, menurut Rini, standarisasi  pengelolaan  berupa kompetensi dan kualifikasi wajib ditetapkan bagi Direksi yang memimpin BUMN.

Tugas saya sebagai Menteri BUMN adalah membuat program-program dimana BUMN-BUMN ini dapat dikelola dengan baik. Dan yang utama adalah bahwa BUMN adalah  Badan Usaha Milik Negara yang berarti dimiliki oleh rakyat Indonesia sehingga harus dikelola secara profesional, harus mencetak keuntungan dan di saat yang sama  juga harus menjadi agen pembangunan. Di tahun 2017, aset BUMN tercatat sebesar Rp 7.212 Triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 4.387 Triliun di tahun 2014,” jelas Rini.

Dalam menjalankan perannya, Rini juga terus mendorong BUMN untuk mampu menjalankan fungsinya sebagai agen pembangunan yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa. BUMN hadir dalam setiap pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional  yang mendukung perekonomian Indonesia secara langsung seperti pembangunan tol laut, darat dan udara serta proyek-proyek yang mendukung peningkatan elektrifikasi dan pemertaan ekonomi di wilayah terluar.

Dalam tiga tahun terakhir, tercatat sudah 568 km jalan tol telah dibangun atau hampir mencapai panjang jalan tol yang dibangun sejak tahun 1980 hingga tahun 2014 yang tercatat sepanjang 700 km. Di sisi lain, rasio elektrifikasi Indonesia saat ini sudah mencapai 95%. Capaian ini didukung dengan peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang mencapai 17.000 MW atau sudah melampaui 50% dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 35.000 MW hingga 2019.  

BUMN juga bukan hanya tumbuh dari modal negara, tetapi juga dari pinjaman secara komersial. Jadi di satu sisi kita bayar hutang, kita juga harus bayar pajak, dividen kepada negara. Jika BUMN mampu meningkatkan nilai perusahannya maka kita juga mampu meningkatkan kekayaaan negara. Oleh karena itu, balancing itu harus terjaga dengan baik. Ini yang kita harus jalankan dan bukan hal yang mudah. Di satu sisi harus meningkatkan profit, namun di saat yang sama kita harus menjalankan penugasan pemerintah,” ujar Rini.

Rini juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan daya saing dan peran BUMN dalam pembangunan nasional melalui kekuatan skala ekonomis dan holdingisasi serta sinergi. Sinergi BUMN akan meningkatkan efisiensi dan menguatkan BUMN yang satu terhadap BUMN yang lain yang pada akhirnya mampu mendorong kekuatan BUMN untuk mengakselerasi pembangunan proyek-proyek strategis nasional melalui sebuah pengelolaan yang terintegrasi. Sinergi BUMN juga membuat BUMN itu lebih tertata secara profesional dan dinamis, bisa mengikuti perkembangan dunia.

Saya selalu mengajak direksi-direksi BUMN untuk ikut ke lapangan, untuk secara nyata melihat kondisi masyarakat di pelosok-pelosok daerah. Saya juga menekankan Budaya BUMN sebagai satu keluarga besar korporasi” yang dimiliki oleh negara yang berarti juga dimiliki oleh rakyat sehingga BUMN harus memiliki empati kepada bangsa dengan menciptakan nilai dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegas Rini.

Menteri Rini mengajak para mahasiswa untuk terus terbuka dan belajar memperisiapkan diri sebagai pemimpin di masa mendatang. Mahasiswa juga diajak untuk terus mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada untuk menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara.

Kita harus terus belajar, tiada hari tanpa belajar. Belajar adalah suatu pekerjaan yang tiada habisnya. Kemampuan yang kita miliki ini harus terus dioptimalkan. Menjadi seorang pemimpin bukan popularitas yang dicari namun bagaimana kemampuan yang kita miliki tersebut bisa kita maksimalkan dan bermanfaat bagi orang lain,” imbuh Rini. [hen]



Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00