Ziarah Ke Makam Ki Ageng Pandanaran, Ini Pesan Pak Hendi

Budaya  KAMIS, 05 APRIL 2018 , 07:31:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Ziarah Ke Makam Ki Ageng Pandanaran, Ini Pesan Pak Hendi

Hendrar Prihadi/RMOL Jateng

RMOLJateng. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (4/4) malam bersama ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta warga Kota Semarang Rabu (4/4) menggelar ziarah bersama di Makam Ki Ageng Pandanaran di Kawasan Mugas, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jateng.

Acara ziarah bersama ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarang yang ke-471 yang jatuh pada tanggal 2 Mei mendatang. 

Hadir dalam acara Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Sekda Kota Semarang Agus Riyanto dan jajaran OPD hingga Camat dan Lurah di seluruh Wilayah Kota Semarang.

Orang nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini, dalam pengarahanya mengungkapkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawanya.

"Kami tentu saja sangat meyakini, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan. Terutama seperti kota yang akan kita buat kota hebat ini, maka kita tidak boleh melupakan jasa para pahlawan dan pendahulu kita," tegas Hendi dalam pidatonya tepat di depan pusara makam Ki Ageng Pandanaran.

Hendi pun mengajak seluruh tamu undangan yang hadir untuk menundukan kepala, mendoakan Ki Ageng Pandanaran dan para pendahulu, para pahlawan mudah-mudahan senantiasa diterima disisi Allah SWT.

"Mudah-mudahan senantiasa istikomah. Mudah-mudahan kita yang ada disini, diwarisi nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita," ungkapnya.

Hendi mengungkapkan, sosok Ki Ageng Pandanaran merupakan pendiri kota kecil ini dengan nama Kota Semarang. Kenapa Semarang? karena disekitar wilayah itu, pohon asemnya jarang-jarang, asem-arang.

Menurut sejarah, Hendi membeberkan, Ki Ageng Pandanaran, adalah seorang ulama yang mempunyai dedikasi yang luar biasa. Membuat lingkunganya khususnya Semarang menjadi wilayah tumbuh berkembang sampai dengan saat ini.

"Perubahannya sedemikian cepat, 471 tahun. Jadi kota ini sudah sangat tua, sudah banyak hal-hal yang terjadi di wilayah kota ini. Sebelum kemerdekaan, paska kemerdekaan, ada pergerakan-pergerakan tahun 1966, tahun 1998, sampai kemudian Hendi sama Mbak Ita ini memimpin Kota Semarang," bebernya.

Seluruh undangan yang hadir melantunkan Yasin dan Tahlil, Hendi, Mbak Ita, Agus Riyanto beserta jajaran ASN di Pemkot Semarang tidak ketinggalan.

Acara ditutup dengan melakukan ritual tabur bunga di pusara makam Ki Ageng Pandanaran, penyerahan tumpeng kepada ahli waris Ki Ageng Pandanaran serta makan malam bersama. [jie]



Komentar Pembaca
Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00