Relawan dan Pengkhianatan Nawacita Rezim Jokowi

Opini  SELASA, 03 APRIL 2018 , 15:53:00 WIB

Relawan dan Pengkhianatan Nawacita Rezim Jokowi
JOKO Widodo adalah Walikota Solo sebelum menjadi Presiden, melihat kinerja saat itu membuat banyak orang terpikat terutama dalam penataan Pasar Klewer yang memanusiakan pedagang, bahkan para aktivis pergerakan langsung mengambil sikap bahwa sosok Walikota Solo ini harus menjadi Presiden Indonesia, karena saat itu sosok seperti Jokowi ini dibutuhkan apalagi selama Indonesia merdeka kehidupan rakyat miskin tidak berubah.

Melihat itulah, mayoritas aktivis gerakan beramai-ramai menjadi relawan untuk menjadikan Jokowi Presiden, strategi disusun untuk itu, tahap awal bagaimana menggiring PDIP mau mencalonkan Jokowi sebagai Gubernur Jakarta.

Hasil diskusi berapa tokoh gerakan maka dibuatlah strategi pencitraan dan disusunlah tim media, dan yang menjadi branding pencitraan adalah penataan Pasar Klewer Solo dan Mobil Esemka hasilnya terbukti saat itu media televisi beramai-ramai menyorot Jokowi.

Dengan kondisi itu, serta melalui lobi-lobi dan kerja politik, akhirnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyetujui Jokowi menjadi calon Gubernur Jakarta, untuk supaya perjalanan makin lancar, diaturlah strategi bagaimana bisa mendekati Prabowo, untuk mendukung Jokowi, akhirnya Prabowo menyetujui Jokowi sebagai calon Gubernur Jakarta berpasangan dengan Ahok.

Setelah melalui Pilkada akhirnya Jokowi terpilih. Setelah terpilih menjadi Gubernur maka langsung disusun strategi menjadi Presiden. Maka dibentuklah beberapa tim yang saling terkoneksi, tim pembuat program kerja yang menghasilkan Nawacita  dan tim menjalankan pencitraan yang menghasilkan strategi yang terkenal blusukan.

Isi Nawacita karena disusun oleh aktivis gerakan maka mengandung keberpihakan kepada rakyat terutama kaum marginal, antara lain isinya adalah membangun dari pinggiran, reforma agraria (land reform), membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, serta menciptakan rasa aman.

Karena melihat isi Nawacita inilah akhirnya menjadi daya pikat semua aktivis gerakan kerakyatan seluruh Indonesia mendirikan Relawan Jokowi untuk Presiden, dan dengan perjuangan relawan meyakinkan rakyat terutama kaum marginal (pinggiran) inilah akhirnya Jokowi terpilih menjadi Presiden RI.

Dan setelah terpilih menjadi Presiden, waktu terus berjalan bahkan tidak terasa pemerintahan rezim Jokowi telah berjalan tiga tahun, tetapi janji Nawacita satu pun tidak terlaksana.

Membangun dari pinggiran tetapi yang dilaksanakan pembangunan tol. Di mana diketahui bersama tol adalah jalan yang hanya dilewati oleh orang menengah ke atas, land reform dilaksanakan dengan bagi-bagi sertifikat tanah Prona (program nasional agraria) yang itu sudah ada sejak Orde Baru bukan pembagian tanah kepada rakyat bahkan tidak ada satu pun tanah rakyat yang dirampas pengembang selesai dengan baik dan benar, membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya yang dilaksanakan adik ipar Jokowi menjadi makelar pajak, dan kasusnya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi tetapi seperti berhenti di tempat. Menciptakan rasa aman yang dijalankan terjadinya penganiayaan  kepada tokoh agama bahkan satu orang ulama meninggal dunia, namun yang paling menyedihkan puluhan warga Asmat meninggal kelaparan karena busung lapar.

Kondisi ini bagi relawan menjadi beban mental yang kuat, Nawacita yang diharapkan berjalan sehingga rakyat sejahtera ternyata dikhianati oleh rezim pemerintahan Jokowi, sampai sekarang Nawacita tak tahu berada di mana. Melihat kondisi yang terjadi inilah akhirnya para relawan yang memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014 mengambil sikap keluar dari barisan pendukung Jokowi dan kembali berjuang mengalahkan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019 yang akan datang.

Sikap dan keputusan ini adalah tugas mulia, dan sikap ini dilakukan untuk menghilangkan beban mental di hati dan pikiran serta untuk menyelamatkan rakyat dan negara dari kehancuran. Kita tidak mau meninggalkan air mata Kepada anak cucu kita ke depan, karena akan menerima kondisi rakyat dan negara dalam kehancuran diakibatkan oleh pemerintahan rezim ini.

Di akhir tulisan ini, penulis mewakili seluruh relawan yang sudah keluar dari barisan Jokowi, memohon doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia sehingga dapat mensukseskan misi dan tujuan suci kami untuk "mengalahkan Jokowi, menyelamatkan Negeri". [***]

Amirullah Hidayat
Koordinator Komunitas Relawan Sadar (KORSA)

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00