Operator Minta PUPR Bantu Bayarin Utang

Setuju Tarif Tol Turun

Ekonomi  RABU, 28 MARET 2018 , 12:34:00 WIB

Operator Minta PUPR Bantu Bayarin Utang

Foto : Net

RMOLJateng. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ba­suki Hadimuljono mengklaim Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tidak keberatan dengan per­mintaan Presiden Jokowi yang ingin tarif tol, khususnya untuk truk logistik diturunkan.

Hanya saja, BUJT mengajukan be­berapa persyaratan kepada pe­merintah. Antara lain, mereka meminta pemerintah mau menjamin terkait pembayaran kewajiban utang BUJT kepada kreditur atau Cash Deficiency Support (CDS).

"Umumnya semua mendu­kung hanya saja mereka minta support CDS. Karena, den­gan tarif turun kan tambahan konsesi dia dapat di ujung. Se­mentara di awal ada penurunan income, ini minta pinjaman (loan) bukan subsidi," kata Basuki seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL.

Untuk membahas permintaan BUJT, lanjut Basuki, Kementerian PUPR akan menggelar pertemuan khusus dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut Basuki, perusahaan di bawah Kemen­terian keuangan (Kemenkeu) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), diharapkan bisa men­jadi badan penyedia fasilitas CDS.

"Kami sudah diminta dengan Kemenkeu untuk menghitung CDS ini, setelah dihitung baru diputuskan," ujarnya.

Permintaan lainnya BUJT, pemerintah bisa mengendali­kan truk logistik yang memi­liki beban berlebihan agar dilarang masuk tol. Menurut Basuki, selama ini meskipun jumlah truk yang masuk jalan tol kecil, tetapi mereka sering menyumbang kerusakan jalan, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas.

Hal itu paling ban­yak disumbang truk logistik yang over load dan over di­mension. "Nanti akan ada jembatan timbang dengan Menhub (Menteri Perhubungan). Bisa di tempat asalnya kan," jelas­nya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna memastikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti permintaan BUJT. Menurut­nya, pemerintah sudah mem­buat penawaran menarik bagi BUJT seperti memperpanjang masa konsesi dari rata-rata 35 sampai 40 tahun menjadi 50 tahun dan pemberian tax holiday.

"Mereka bisa dapat dua-duanya. Apalagi regulasi baru soal tax holiday sudah ada," katanya.

Herry berharap ada titik temu antara BUJT dengan pe­merintah terkait dengan skema penurunan tarif tol. Saat ini baru Tol Ngawi-Kertosono yang tarif tolnya sudah turun dari Rp 1.200 per kilometer (km) menjadi Rp 1.000 per km. "Pak Presiden minta akhir bulan ini kan, tadi saya bilang oke," jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi meminta rencana penu­runan tarif tol direalisasikan secepatnya, paling lama akhir bulan ini. Jokowi mengaku sudah melakukan penghi­tungan dengan para menteri terkait. Dia memproyeksi tarif tol bisa menurun hingga 30 persen. Rencana penurunan ini mendapatkan sambutan positif dari para pengusaha, terutama pengusaha angkutan. Tarif tol saat ini dinilai sangat mahal sehingga mereka tidak tertarik menggunakan jalur tol. [hen]


Komentar Pembaca
Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

Sertijab Pejabat Utama Polrestabes Semarang

SELASA, 10 MARET 2020 , 08:51:00

Demo Guru Swasta di Semarang

Demo Guru Swasta di Semarang

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 , 16:10:00

Walikota Semarang Hendrar Prihadi Terima Kunjungan DPRD DKI Jakarta