Salah Prosedur, Polda Jateng "Keok" di Pra-peradilan

Hukrim  SELASA, 13 MARET 2018 , 16:30:00 WIB | LAPORAN: PRABOWO

Salah Prosedur, Polda Jateng
RMOLJateng. Gugatan Pra-peradilan Ahmad Suparno, Kartika Widiyati, dan Suyatmin melawan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimun) Polda Jateng dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Semarang.

Kuasa hukum pemohon, Wilmar Sitorus, mengungkapkan, hakim tunggal yang menyidangkan gugatan tersebut, Sigit Haryanto, menilai jika penetapan tersangka atas diri para pemohon adalah tidak sah.

"Hakim mengabulkan gugatan pemohon untuk seluruhnya," kata Wilmar saat dihubungi, Selasa (13/3).

Kata Wilmar, hakim juga menyatakan, tidak sahnya penyidikan yang dilakukan termohon dalam perkara pidana laporan polisi ke Ditreskrimum tertanggal 30 Juli 2017 atas nama pelapornya, Arif Taufan.

Dalam perkara urusan pertanahan ini, terang Wilmar, Kartika dan Suyatmin dipidana atas tindak pidana pemalsuan surat sesuai pasal 263 KUHP serta memberikan keterangan palsu dalam akta otentik sebagaimana diatur dalam pasal 266 KUHP.

Kepada wartawan, Wilmar menegaskan, tidak akan menyarankan atau meminta kepada penyidik untuk membebaskan para tersangka yang berada dalam tahanan.

"Paling tidak, kami akan menjelaskan hak-hak yang seharusnya diterima klien kami. Pastinya, putusan hakim ini harus ditindaklanjuti," tandasnya.

Misalnya, papar Wilmar, Suyatmin yang bekerja aparatur sipil negara ini sebenarnya bukan sebagai terlapor. Statusnya sebagai saksi atas dua nama pelapor, salah satunya Kartika Widiyati. Satu terlapor lainnya bahkan sudah meninggal dunia.  Menurut dia, penyidikan seharusnya dihentikan karena terlapor meninggal dunia.

Termohon dalam perkara ini diwakili kuasa hukumnya, Masruroh, Sungkowo, dan Bambang Indra dari Analis Bidang Hukum Polda Jateng.

Atas putusan tersebut, hakim memberikan kesempatan kepada para pihak untuk mengajukan tanggapan atau pertanyaan. Namun, kesempatan itu tidak digunakan hingga hakim mengetok palunya mengakhiri persidangan.

Dalam sidang sebelumnya, Masruroh menegaskan, telah menjalankan tugasnya sesuai prosedur. Penetapan tersangka ini dilakukan berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan hasil pemeriksaan. [jie]



Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Foto : Pembangunan Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang
Jalan Sehat Jaman Now

Jalan Sehat Jaman Now

MINGGU, 06 MEI 2018 , 08:38:00

Foto : Banjir Rob Semarang

Foto : Banjir Rob Semarang

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:24:00