Cegah Kebocoran, Wali Kota Semarang Terapkan Pajak Online

Pemerintahan  SELASA, 13 MARET 2018 , 12:47:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Cegah Kebocoran, Wali Kota Semarang Terapkan Pajak Online

Hendrar Prihadi/RMOL Jateng

RMOLJateng. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat ini sedang getol-getolnya mendorong diterapkanya pajak online di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Orang nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi menyatakan, selain untuk mempercepat proses pelayanan pembayaran pajak, sistem pajak online ini juga untuk mengantisipasi adanya kebocoran pajak yang tidak diinginkan.

Langkah awal sistem pajak online ini dilakukan dengan teknologi i-tech diterapkan terhadap wajib pajak berupa pajak hiburan dengan sasaran wajib pajak berupa tempat hiburan, hotel dan restauran.

"Secara keseluruhan (pembayaran pajak istem online) ya seharusnya semakin tahun semakin cepat. Kita dari dua tahun, tahun lalu kita sudah lounching untuk perhotelan, restauran," tegas Hendi kepada RMOL Jateng, Selasa (13/3).

Untuk tahun ini, Hendi membeberkan, jika pihaknya sudah meminta kepada beberapa OPD dari 16 OPD yang ada di Pemkot Semarang lainya seperti; Dinas Pasar dan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk menerapkan sistem pajak online secepatnya.

"Lalu, (tahun ini) kita masuk ke rencana e-retribusi Dinas Pasar (Kota Semarang), rencana e-parking dengan parkir meter (Dinas Perhubungan Kota Semarang)," bebernya.

Hendi berharap dengan adanya perencanaan yang matang di setiap OPD, paling tidak tahun depan yaitu tahun 2019, penerapan sistem pembayaran pajak secara online bisa dilakukan di beberapa OPD yang telah ditetapkan.   

"Ini sebuah perencanaan yang sudah mulai dilakukan oleh teman-teman pelaksananya, tinggal di masifkan saja di tingkat kebijakan OPD," harapnya.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Yudi Mardiana membenarkan tentang keinginan Wali Kota Hendi untuk menerapkan sistem pajak online di beberapa OPD.

"Pajak online kita sudah mulai yang paling signifikan di hiburan dan restauran. Nanti, Pak Agus selaku Kabid Pajak akan terus mem-push agar bisa semua terkena juga, online semua,"  terang Yudi.

Yudi berharap, paling tidak di tahun 2019, seluruh pajak dan pendapatan dari beberapa OPD di Kota Semarang bisa menerapkan sistem online tersebut untuk meningkatkan pendapatan dan meminimalisir kebocoran di perolehan pajak.   

"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi kebocoran," harap Yudi.

Di perolehan pajak hiburan, hotel dan restauran sendiri Yudi menjelaskan akan ada penambahan penyaluran pajak melalui sistem online yang dilakukan. Yang tadinya hanya sebanyak dua tempat hiburan, hotel dan restauran, tiga sampai empat bulan ke depan, ditargtekan akan ada 10 sampai 12 tempat hiburan, hotel dan restauran yang akan menggunakan sistem pembayaran pajaknya seara online. 

"Kita ada target, mudah-mudahan di bulan April-Mei ini ada penambahan lagi 10 sampai 12 (tempat hiduran, hotel dan restauran) sampai bulan Mei ini. Tapi yang besar-besar mas," pungkas Yudi Mardiana. [jie]




Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00