Aplikasi Smartphone Pendeteksi Kanker Sejak Dini Diluncurkan

Kesehatan  SENIN, 12 MARET 2018 , 18:37:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Aplikasi Smartphone Pendeteksi Kanker Sejak Dini Diluncurkan

Foto : RMOL Jateng

RMOLJateng. Para penderita kanker seringkali melakukan pengobatan setelah penyakit yang dikenal mematikan itu sudah memasuki stadium lanjut.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Cabang Semarang Prof. dr. C. Suharti, Sp.PD, PhD, KHOM, Finasim, seusai Ghatering Sahabat dan Survivor Kanker bertajuk ’Together We Can´di Hotel Santika Semarang, Senin (12/3).

"Akibatnya, kondisi itu memperkecil peluang keberhasilan terapi. Untuk itu, kehadiran aplikasi smartphone untuk mendeteksi sejak dini penyakit kanker diharapkan bisa menjadi solusi sangatlah penting bagi para penderita kanker, khususnya untuk mendeteksi penyakit kanker sebelum sangat parah," tegas Suharti.

Suharti menjelaskan, secara nasional, berdasarkan riset Kementerian Kesehatan prevalensi kanker pada 2013 mencapai 37.792 penderita.  "Jumlah kanker terbanyak yakni kanker payudara pada perempuan dan kanker paru-paru pada laki-laki,” jelas Suharti.

Suharti membeberkan, untuk memudahkan deteksi dini kanker, Perhompedin (Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medic Indonesia) Cabang Semarang meluncurkan aplikasi smartphone Deteksi Dini Kanker yang bisa diunduh melalui Google playstore.  

"Aplikasi ini berupa tanya jawab untuk mendeteksi kanker payudara, paru-paru, usus besar, dan mulut rahim. Selain deteksi dini, aplikasi ini juga memuat berbagai informasi dan edukasi seputar kanker,” bebernya.

Suharti menyebutkan, beragam alasan ditemui kala pasien terlambat memeriksakan diri. Mulai dari terlambat deteksi dini, atau terhasut mitos kemoterapi yang dapat menyembuhkan dan masih banyak alasan lainnya.

Suharti menambahkan, para penderita kanker seperti tak ada habisnya. "Apalagi sekarang kanker masuk dalam program pemerintah JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) sehingga jumlah penderita kanker terlihat meningkat karena masyarakat berani berobat karena biaya berobat ditanggung pemerintah,” pungkasnya. [hen]

Komentar Pembaca
Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

Adhie Massardi - Unegh Unegh (Bag.1)

SELASA, 19 JUNI 2018 , 11:00:00

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

Indonesia Bukan Antek Beijing dan AS!

SENIN, 18 JUNI 2018 , 09:00:00

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

Said Aqil: Staquf Ke Israel Bukan Agenda NU!

KAMIS, 14 JUNI 2018 , 12:00:00

Foto : Pembangunan Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang
Jalan Sehat Jaman Now

Jalan Sehat Jaman Now

MINGGU, 06 MEI 2018 , 08:38:00

Foto : Banjir Rob Semarang

Foto : Banjir Rob Semarang

KAMIS, 24 MEI 2018 , 15:24:00