Kota Lama Semarang Bakal Jadi Warisan Budaya Dunia

Pariwisata  SENIN, 26 FEBRUARI 2018 , 18:44:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Kota Lama Semarang Bakal Jadi Warisan Budaya Dunia

Foto : RMOL Jateng

RMOLJateng. Peluang Kota Lama menjadi kota warisan budaya dunia pada 2020 semakin terbuka lebar. Pembangunan kawasan yang dikenal 'Little Netherland' dinilai berbeda dengan proses pembangunan kota tua lainnya di negara lain.

Kepala Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Arif Rahman mengatakan, UNESCO memperhatikan beberapa kota dari berbagai negara, dilihat perkembangan arah ekonomi tapi arah kebudayaan merosot.

"Tapi di Semarang saya melihat tidak, sudah benar ini strateginya, jadi kebudayaan dan ekonomi itu disandingkan dalam proses pembangunan kawasan bersejarah," tegas Arif disela-sela Acara Workshop Strategi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Kawasan Kota Lama Semarang, Kota Semarang, Senin (26/2).

Dia menjelaskan, peluang semakin terbuka lebar setelah Kota Tua Jakarta dan Sawahlunto didrop atau dicoret dalam daftar sementara (tentative list). Hal itu terjadi karena keduanya kurang memperhatikan kelengkapan dokumentasi dosier sejarahnya.

Dia mengungkapkan pelaksanaan workshop di Kota Lama ini merupakan salah satu bagian dari keterlibatan semua elemen. Diantaranya peneliti, akademisi, pemerintah sekaligus ilmuwan sejarah dalam proses perbaikan atau renovasi Kota Lama.

"Ada satu kota di dunia ini yang karena dibangun tanpa penelitian akhirnya keliru, kemacetan terjadi, lalu peledakan jumlah manusia tak bisa dikendalikan. Kalau Semarang sudah benar dalam startnya," ungkapnya.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan, untuk kawasan Kota Lama sedang disusun dosier, termasuk lembaran dokumen dosier yang didapat dari Museum Arsip Nasional Belanda dan Prancis.

"September 2018 draft dosier selesai, November final. Diupayakan 2019 bisa masuk dalam tentative list UNESCO dan pengumumanya pada 2020," tegasnya.

Mbak Ita, panggilan akrab perempuan itu, kawasan tersebut dahulu kerap langganan banjir dan air rob, sekarang sudah ditata sistem drainase dan penataan kabel.

Kemudian, program ini juga mendapatkan sokongan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp.156 miliyar.

"Pengurangan resiko bencana bagi bangunan sejarah Kota Lama sudah kita mitigasi. Dana PUPR Rp.156 miliyar digunakan untuk membangun sistem drainase, penanaman kabel bawah tanah (ducting), street interior dan pedestarian," bebernya.

Mbak Ita mengungkapkan, dikawasan itu ada sekitar 116 bangunan bersejarah. Diantaranya sudah direvitalisasi seperti Gedung Telkom dimanfaatkan sebagai UMKM Centre, Gedung Oudetrap, Moonod Huis dan lainnya.

"Ada yang untuk resoran, kafe, penginapan, beberapa gedung milik 'Raja Gula Asia' Oei Tiong Ham, gedung milik Kemenkumham, PT Rajawali Nusindo, PTPN, Bank Mandiri, gedung milik warga juga kita bantu untuk direvitalisasi," pungkas Mbak Ita. [hen]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Harimau Bonbin Semarang Terlepas

Harimau Bonbin Semarang Terlepas

RABU, 05 DESEMBER 2018 , 19:34:00

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

Foto : Pemberangkatan Tim Porpov Tim Semarang

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 16:10:00

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

Wisata Tour TKCI Indonesia Di Magelang

SABTU, 24 NOVEMBER 2018 , 15:13:00