Polisi Dalami Kasus Video 'PDIP & PKI Siap Membantai Umat Islam'

Hukrim  SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 19:26:00 WIB | LAPORAN: IMAM RAHMAYADI

Polisi Dalami Kasus Video 'PDIP & PKI Siap Membantai Umat Islam'
RMOLJateng. Kepolisian Daerah Jawa Tengah masih mendalami adanya laporan terkait dugaan mendiskreditkan salah satu partai politik di Kabupaten Banjarnegara. Hal tersebut menindaklanjuti penemuan sebuah video yang diunggah ke akun media sosial. Pihak yang dirugikan dalam kasus ini adalah salah satu parpol peserta pemilu yakni PDI Perjuangan.

Kapolda Jateng Irjen Condro kirono saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Penemuan unggahan video tersebut sudah dilaporkan oleh pengurus PDI Perjuangan Kabupaten Banjarnegara.

"Di Banjarnegara ada sebuah akun media sosial yang memuat berita atau informasi yang istilahnya mendiskreditkan salah satu partai politik. Seolah-olah partai politik tersebut anti Islam dan memusuhi Islam. Padahal di dalam parpol itu juga banyak kader atau tokoh muslim," ujar  Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, usai membuka Deklarasi Pilkada Damai Wartawan Polda Jateng Hotel Vina House, Jalan Diponegoro, Semarang, Selasa (13/2).

Lanjut Condro,  saat ini petugas masih memintai keterangan. Sedangkan kasus tersebut untuk saat ini belum termasuk dalam kategori black campaign maupun kampanye negatif.

"Diadukan ke polres Banjarnegara. Sudah diambil keterangan, Ditreskrimsus Polda Jateng juga memberikan asistensi ke sana. Untuk sementara yang dirugikan PDIP. Ini belum masuk masa kampanye jadi belum bisa dikatakan black campaign. Jadi kasusnya ditangani Polri, kalau masuknya UU ITE maka akan diproses dengan itu," jelas Condro didampingi Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari.

Menurut mantan Kakorlantas Mabes Polri aduan tersebut dinilai bagus apalagi dalam momen-momen tahapan pilkada. Condro meminta hal serupa nantinya bisa  dilakukan dengan melapor ke Satgas yang sudah dibentuk oleh kepolisian.

"Ini bagus. Kalau ada sekiranya hal yang berpotensi konflik laporkan saja jangan ambil tindakan sendiri. Laporkan ke Polda Jateng atau Polres setempat," lanjut Condro.

Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, mengatakan, proses aduan tersebut ditangani oleh Polres Banjarnegara. Namun Ditreskrimsus Polda Jateng tetap memberikan asistensi terkait hal itu.

 "Nanti kita asistensi di sana karena ini terjadi di sana dan lokal sana (Banjarnegara). Bisa masuk UU ITE biasa, masih kami dalami lagi," Pungkasnya.



Lukas memaparkan konten yang dianggap mendiskreditkan salah satu partai politik tersebut muncul di grup WhatsApp yang ada di wilayah Banjarnegara. Pada grup tersebut diunggah sebuah video dan kegiatan salah satu partai politik.


 "Dalam video itu juga ada lambang organisasi terlarang. Itu yang saat ini masih kami dalami. Sudah ada yang diperiksa, jumlah persisnya berapa orang itu ada di Polres," ujarnya.

Untuk diketahui, konten yang mendiskreditkan salah satu parpol tersebut telah diadukan ke Polres Banjarnegara pada Minggu (11/2). Pihak yang diadukan adalah sebuah grup WhatsApp bernama "Kartuna Semarkid". Pada grup tersebut ada sebuah akun bernama Ahlidin Kel menggunggah video dengan cover bertuliskan "PDI-P dan PKI Siap Membantai Umat Islam". Video tersebut yang dianggap mendiskreditkan salah satu parpol tersebut. [dit]




Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

KAMIS, 25 JANUARI 2018 , 11:34:00

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

JUM'AT, 26 JANUARI 2018 , 18:46:00

Bicara Pilgub Jateng

Bicara Pilgub Jateng

SELASA, 02 JANUARI 2018 , 23:41:00