Penampakan Dewi Kwan Im di Perayaan Imlek Kota Semarang

Pariwisata  SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 13:59:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Penampakan Dewi Kwan Im di Perayaan Imlek Kota Semarang

RMOLJateng

RMOLJateng. Pengunjung dan tamu undangan perayaan Imlek Cia Gwee 2018/2569 yang digelar di Pasar Semawis, Kawasan Gang Pinggir, Kota Semarang dikejutkan oleh penampakan Dewi Kwan Im. Dewi Kwan Im ini merupakan Dewi yang sangat dikenal oleh masyarakat etnis Thionghoa sebagai dewi welas asih. 
Bukan penampakan secara mistis atau spiritualis penampakan tersebut namun sosok Dewi Kwan Im ini berwujud wayang kulit. Jika etnis thionghoa, identik dengan wayang Potehi namun Wayang kulit dengan rupa dewi yang sangat cantik ini, dituangkan ke dalam kulit oleh seorang dalang cilik yang bernama Hose.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang dipertemukan dengan Hose, pencipta wayang kulit dengan tokoh Dewi Kwan Im merasa sangat bangga dan penuh penasaran. Hingga akhirnya, menanyakan apa yang menjadi motivasi Hose sehingga menciptakan wayang kulit dengan tokoh Dewi Kwan Im tersebut. 

"Ide dari mana Hose,? tanya pria nomor satu di Pemkot Semarang yang disapa Wali Kota Hendi  di atas panggung pembukaan imlek di Pasar Semawis, Gang Pinggir, Kota Semarang, Jateng Selasa (11/2) semalam. 

"Ide saya bermula sekitar setahun yang lalu, pada 2017 saya coba membuat terobosan. Memainkan wayang dengan tokoh dan cerita dari thionghoa, dengan tidak menghilangkan ornamen khas masing-masing tokoh dewa dan lainya," bebernya disambut tepuk tangan. 

Hose yang merupakan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga mengaku jika dirinya memesankan designya untuk dibuat di industri wayang kulit di Sragen. Dirinya berniat mengkolaborasi, sekaligus membuktikan jika pluralise dan keberagaman budaya di Indonesia juga bisa dipadukan dalam karya. 

"Saya mau cerita, wayang kronik sebagai wayang yang juga pluralisme, wayang yang multikultural. Ada budaya Jawa tapi juga ada budaya Thionghoa disana. Kemarin saya sempat lounching di facebook, saya juga diberikan saran salah satunya oleh abdi dalem Keraton Ngayogyokarto untuk di beri 'Condro Sengkolo' yang merupakan sandi dalam tahun Jawa," ungkapnya. 

Hose akhirnya, dengan memperhitungkan tahun 2018 ke tahun hitungan Jawa akkhirnya menemukan Condro Sengkolo dengan nama Eka Pancasila Wiwaraning Pawiji. 

"Eka berarti satu, Pancasila adalah dasar negara, Wiwaraning artinya pintu menuju dan Panyawiji adalah kesatuan dan persatuan. Maknyanya, jika berdasarkan Pancasila maka negara kita akan aman dan bersatu. Kalau kita berpegang teguh pada pluralisme, maka tidak akan ada kejadian yang memeah belah yang terkait dengan isu SARA," pungkas Hose. 

Mendengar pen jelasan Hose, Wali Kota Hendi kemudian mendoakan Hose bisa menjadi dalang kondang yang menyebarkan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam pluralisme dan keberagaman yang dimiliki oleh NKRI. 

"Saya doakan tetap menjadi dalang yang sukses asalkan tidak menjadi dalang kerusuhan," pungkas Hendi ditepuk tangani dan gelak tawa tamu undangan. [jie]
 



Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

KAMIS, 25 JANUARI 2018 , 11:34:00

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

JUM'AT, 26 JANUARI 2018 , 18:46:00

Bicara Pilgub Jateng

Bicara Pilgub Jateng

SELASA, 02 JANUARI 2018 , 23:41:00