Hendi : Event Imlek Bukti Pluralisme Semarang

Pariwisata  SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 13:26:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Hendi : Event Imlek Bukti Pluralisme Semarang
RMOLJateng. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi sangat mengapresiasi perayaan Imleks  Cia Gwee 2018/2569 yang dibuka secara resmi oleh dirinya semalam. Pasalnya,  tidak hanya masyarakat etnis thionghoa yang terlibat merayakan acara dimulainya perayaan Imlek di Tahun Anjing Tanah ini.
 
Acara pembukaan dengan menggelar ritual Tok Panjang di Kawasan Pasar Imleks Semarang Wisata, Kawasan Pecinan, Gang Pinggir, Semarang Tengah, Kota Semarang itu, hadir pula puluhan komunitas lintas agama.

Pria yang akrab disapa Wali Kota Hendi sangat bersyukur dan mengapresiasi perayaan Imlek Cia Gwee 2018/2569 yang membuktikan, Kota Semarang meskipun memiliki keberagaman namun tetap hidup harmonis berdampingan.   

"Inilah bagian pluralisme atau keberagaman warga Kota Semarang. Ada tokoh lintas agama seperti dari Masjid Kauman, ada kaum nasrani, ada tokoh-tokoh agama lainya yang hadir. Doanya, mudah-mudahan ini menjadi contoh daerah-daerah lain ditingkat nasional," tegas Hendi usai acara pembukaan di Kantor Balaikota, Selasa(12/2).

Selain menjadi bukti pluralisme menjadi pemersatu, Hendi menegaskan, perayaan Imlek Cia Gwee 2569 ini  sudah berlangsung sebanyak XIV kali dan menjadi even wisata. Pasalnya, secara konsisten perayaan Imleks Semawis ini sudah dimulai sejak 2003 saat Presiden RI Megawati Soekarnoputri. 

"Kami ucapkan selamat tahun baru imlek, Gong Xie Fat Coy. Tahun baru Anjing Tanah ini semoga kita diberikan keberkahan dan sesuatu yang baru. Terlebih, akan datang banyak investasi di Kota Semarang. Yang uangnya masih banyak disimpan di bawah bantal mari kita keluarkan," pungkasnya. 

Ketua Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti) Semarang Setiawan Santoso mengungkapkan, perayaan Imlek ini merupakan budaya turun-temurun dari nenek moyang untuk dilestarikan dan sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. 

"Budaya Tionghoa mendidik agar kita menjunjung tinggi keakraban, kerukunan dan keharmonisan. Mendidik kita agar taat dan hormat kepada orang tua. Setia pada keluarga, membantu dan simpatik serta siap mengabdi kepada negara," terangnya. 

Setiawan merasa bangga karena Indonesia dipimpin Presiden Joko Widodo telah mencapai kemajuan-kemajuan luar biasa. Tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga berhasil menjaga kestabilan politik melestarikan budaya dan menjaga keamanan. 

"Kondisi aman ini menciptakan iklim usaha dan ekonomi yang kondusif. Semua ini seperti tujuan negara kita yaitu makmur dan sejahtera," pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) Haryanto Halim mengatakan,  perayaan Imlek Cia Gwee 2569  ini dilakukan ritual Tok Panjang yang bermakna menjalin silaturahmi. Pasalnya, selama ini imlek hanya disalah artikan dengan membagikan angpau. 

"Tok Panjang adalah jamuan makan malam bersama menjelang tahun baru imlek. Kerabat datang ke keluarga yang paling tua untuk makan malam bersama. Ini justru lebih penting artinya reunion dinner untuk menjalin silaturahmi. Kita angkat makan malam di jalanan ini untuk menjalin silaturahmi dengan komunitas lintas agama, pemerintah dan komunitas lainya," bebernya. 

Haryanto menambahkan, Pasar Semawis selama ini konsisten mengusung keberagaman, menjadi laboraturiom untuk saling berhubungan, saling srawung (bercengkerama). Kondisi Kota Semarang menjadi aman dan damai serta moderat dari hasil kerjasama. Termasuk peran pemerintah dan media yang mendukung. 

"Dengan pimpinan Wali Kota yang bijaksana, keberagaman adalah sunatullah yang tidak bisa dipungkiri. Keberagaman bukan slogan, bukan hanya ucapan. Perbedaan agama, suku dan ras tidak seharusnya menjadi belenggu. Aku adalah engkau, engkau adalah aku. Tidak ada engkau, tidak ada aku. Kalau orang Jawa bilang, mengukur badanya sendiri atau tepo seliro, menjaga tutur dan perilaku menjauhkan sifat gumedhe, sak menange dhewe," pungkas Haryanto. [jie]



Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

KAMIS, 25 JANUARI 2018 , 11:34:00

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

JUM'AT, 26 JANUARI 2018 , 18:46:00

Bicara Pilgub Jateng

Bicara Pilgub Jateng

SELASA, 02 JANUARI 2018 , 23:41:00