Cukai Rokok Jangan Dinaikkan Lagi

Ekonomi  SELASA, 13 FEBRUARI 2018 , 07:28:00 WIB

Cukai Rokok Jangan Dinaikkan Lagi

RMOL: Net

RMOLJateng. Kenaikan nilai cukai produk rokok tidak serta merta mengurangi jumlah konsumen rokok di masyarakat.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Baleg DPR RI, Firman Soebagyo menyikapi wacana Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan nilai cukai rokok di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/1),seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL.

Ia menyebut kenaikan cukai rokok justru akan memicu maraknya peredaran rokok ilegal di masyarakat. Hal ini sudah berkali-kali dikeluhkan oleh pelaku usaha produksi rokok lokal.

"Dengan cukai tinggi, justru yang akan itu masuk rokok asing, penyelundupan dan sebagainya, itu yang dikeluh kesahkan oleh pelaku usaha," jelasnya.

Firman bahkan menilai saat ini pemerintah sudah bergantung pada nilai cukai rokok sebagai salah satu pendapatan negara. Hal ini berbeda daei tujuan awal dari penarikan pajak rokok yaang merupakan olahan tembakau.

"Dalam konsep pemerintahan ini kan cukai menjadi alat penekan produksi supaya produksinya tidak naik, tetapi sekarang sudah berbalik cukai itu menjadi salah satu target penerimaan negara," paparnya.

Dari pada terus berpikir dengan menaikan nilai cukai lalu dapat mengurangi konsumsi rokok, Firman menyarakan untuk mencari solusi lain.

"Jangan dinaikkan lagi, kita cari alternatif lain lah," tukasnya. [hen]



Komentar Pembaca
Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

Jokowi Lagi, Jokowi Lagi

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 13:00:00

KPK Berani Periksa Puan?

KPK Berani Periksa Puan?

JUM'AT, 23 FEBRUARI 2018 , 09:00:00

TGPF Novel Tergantung Jokowi

TGPF Novel Tergantung Jokowi

KAMIS, 22 FEBRUARI 2018 , 17:00:00

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

Reaktivasi Rel Kereta Api Tanjung Emas

KAMIS, 25 JANUARI 2018 , 11:34:00

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Sopir Taksi Online

JUM'AT, 26 JANUARI 2018 , 18:46:00

Bicara Pilgub Jateng

Bicara Pilgub Jateng

SELASA, 02 JANUARI 2018 , 23:41:00