Trend Vape Di Kota Semarang

Pilihan Tinggalkan Rokok

Lifestyle  SENIN, 12 FEBRUARI 2018 , 14:58:00 WIB | LAPORAN: HENDRATI HAPSARI

Pilihan Tinggalkan Rokok

Foto : Net

RMOLJateng. Kian hari gaung vape atau rokok elektrik semakin terasa, termasuk Kota Semarang. Jumlah pengguna vape semakin banyak dan semakin marak pula tempat nongkrong sekaligus menyediakan kebutuhan vapers (sebutan pengguna vaporizer).

Vape merupakan perangkat elektrik yang mengambil daya dari baterai untuk mengaktifkan elemen pemanas (juga bisa disebut sebagai alat atomizer, clearomizer, cartomizer atau biasa disebut cartridge). Ketika cairan khusus campuran tersebut (e-liquid) membuat kontak dengan elemen pemanas, liquid akan dipanaskan dan akan menguap. Ketika dihisap oleh penggunanya, vape akan mampu menghasilkan uap dalam jumlah banyak dan menyerupai kabut.

Vape menjadi pilihan perokok yang ingin menghentikan kebiasaannya. Wisnu Wardhana, salah satu vapers asal Semarang menceritakan pengalaman pertama kali menjajal vape. Saat pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 2014, dia lantas menyoba- nyoba. "Saat itu model vape yang umum berbentuk pulpen," ujar Jurnalis televisi tersebut.

Dia belum sepenuhnya tertarik dengan vape, merokok konvensional masih dilakukan di sela- sela aktivitas keseharian. Dalam sehari bisa habis 1-2 bungkus rokok. Hingga sekitar empat bulan lalu, memutuskan menghentikan merokok.

"Pakai vape karena ingin pindah dari rokok tembakau dan konon punya (diklaim) risiko lebih kecil dibandingkan rokok," paparnya.

Kala mencoba pertama kali memberikan pengalaman baru tersendiri. Ayah satu anak ini sempat tersedak 'asap' karena uap yang dihasilkan banyak, namun seiring perjalanan waktu semakin terbiasa. Semakin hari semakin mantap meninggalkan merokok. "Waktu masih ngerokok, bangun pagi agak sesak tapi sekarang tidak lagi. Mungkin saja sugesti tapi itu yang dirasakan," paparnya.  

Menikmati vape harus siap- siap merogoh kocek lebih dalam. Meski disebut relatif bila dibandingkan anggaran untuk membeli bungkus rokok per hari. Mod (box vapor) dari harga murah hingga jutaan tersedia tergantung merk dan jenis. Dia memilih box mod seharga hampir Rp 1 juta. Belum selesai di situ karena bagian- bagiannya ada beberapa. Di bagian atasnya ada RDA (rebuiltable dripping atomizer), RTA (rebuiltable tank atomizer). Harganya sekitar Rp 300- 400 ribu-an. Masih adapula RDTA (rebuiltable dripping tank atomizer atau penggabungan antara RDA dan RTA).

Sedangkan, harga liquid Rp 80 ribu- Rp 400 ribu/ botol. Bisa digunakan hingga dua minggu atau tergantung pemakaian, kecuali ingin menjajal rasa liquid lainnya. Variasi rasa seperti buah- buahan, kopi, coklat, susu, vanila, cream dan cake. Perlengkapan lain adalah kapas, coil, alat- alat tang, gunting dan pinset. "Persiapan baterai cadangan kalau habis," katanya.

Sama halnya dengan Wisnu, Bayu Wijaya mulai menjajal vape sejak 2014. Bayu termasuk perokok sejak duduk di bangku SMA dan awal mencoba vape saat booming di sini. "Coba- coba koq enak dan malah aneh saat kembali merokok," kata Desain Grafis yang bekerja di HARRIS Hotel Sentraland Semarang.

Proses mencoba selama 1-2 minggu dan ketika kembali merokok menjadi tidak enak. Akhirnya perlahan mulai dikurangi menjadi satu bungkus per hari bahkan kadang tidak habis. Sebelumnya Bayu bisa menghabiskan dua bungkus rokok setiap hari.

Selama nge-vape, Bayu merasakan perubahan di dalam dirinya. Bayu yang memiliki asma kadang merasakan napas berat di pagi hari. Sekarang, bangun pagi tidak merasakan gejala seperti itu. Urusan bau mulut juga berhasil ditangkal karena aroma vape yang membuat napas lebih segar dibandingkan dengan rokok.

Soal aroma, dia lebih memilih rasa creamy karena dinilai lebih enak dibandingkan rasa lain. "Ada budget karena ingin juga merasakan sensasi rasa- rasa yang tersedia. Selain itu, kadang suka nongkrong sesama penggemar vape setelah pulang kerja," tukasnya. [hen]

Komentar Pembaca
Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

Densus 88 Tembak Dua Terduga Teroris Tanjung Balai

JUM'AT, 19 OKTOBER 2018 , 15:00:00

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

PAN Setuju Dana Saksi Dibiayai APBN

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 17:00:00

Jokowi-Ma

Jokowi-Ma"ruf Diduga Curi Start Kampanye

KAMIS, 18 OKTOBER 2018 , 13:00:00

Panen Musim Pancaroba

Panen Musim Pancaroba

MINGGU, 07 OKTOBER 2018 , 10:57:00

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

Foto Dampak Kenaikan Dolar Terhadap Harga Pangan

JUM'AT, 07 SEPTEMBER 2018 , 16:34:00

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

Foto:Roadshow Bus KPK Di Semarang

SABTU, 13 OKTOBER 2018 , 13:18:00