Ketika Wali Kota Hendi Bertemu ‘Eyang Semar’ di Goa Kreo

Tokoh  MINGGU, 11 FEBRUARI 2018 , 10:41:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Ketika Wali Kota Hendi Bertemu ‘Eyang Semar’ di Goa Kreo
RMOLJateng. Meski sosok Hendrar Prihadi, saat ini menjadi Wali Kota Semarang, namun prilaku, sifat dan watak sebagai orang Jawa tulen tidak ditinggalkan dan dilupakanya begitu saja. Unggah-ungguh, tepo seliro, tenggang rasa dan rasa hormat sebagai orang yang lebih muda masih diterapkanya.

Terbukti, saat  orang nomor satu di jajaran Pemkot Semarang ini bertemu dengan Mbah Sumar yang biasa disapa oleh warga sekitar Mbah Semar atau Eyang Semarang yang merupakan sesepuh di Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah awal Januari 2018 lalu.

Pripun Mbah, kondisi Kota Semarang ke depan pripun (Bagaimana Mbah? Kondisi Kota Semarang ke depan bagaimana),? Wonten Dawuh (Ada perintah mbah) ?," tanya Hendi usai melihat-lihat kondisi obyek wisata Desa Kandri yang terkenal dengan Goa Kreonya.

Saya minta pencerahanipun  Mbah," sapa Hendi sambil menyalami tangan Mbah Semar yang usianya sudah 85 tahun labih ini.

Semoga kita tetap dalam kesatuan, ‘Satu Nusa Satu Bangsa’. Berdasarkan nasib-nasib mereka (rakyat) mangkih (nanti) kita harus bersatu. ‘Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh’,” ungkap Mbah Semar sambil menepuk bahu Hendi.

Amien-amien,! Jawab Hendi.

Hendi pun langsung melontarkan pertanyaanya ke Mbah Semar; Nopo, Wali Kotanipun Semarang saget minggah nopo mboten Mbah,? Tanya Hendi dengan penuh kerendahan hati.

Eyang Semar pun menjawab; Monggo nyumanggaaken kantun jenengan karep nopo mboten (Silahkan maju, tinggal anda berkeinginan dan berniat besar tidak),! Jawab Eyang Semar.

Usai pertemuan beberapa menit dan didoakan Mbah Semar, Hendi kemudian melanjutkan aktifitas rutinya jika usai Sholat Subuh, jalan sehat,
menyempatkan bertemu warga sekitar Kota Semarang. Sarana ini digunakan menyerap aspirasi warga guna pembangunan Kota Semarang agar menjadi Kota Metropolis Hebat.  Hendi saat itu juga melakukan dialog dengan warga terkait upaya memajukan Desa Kandri sebagai desa wisata.

Disela-sela dialog antara Hendi dan ratusan warga Desa Kandri, Mbah Semar saat ditemui RMOL Jateng mengaku jika sudah lama mengenal sosok Hendi. Saat itu, Hendi masih menjabat sebagai Plt Wali Kota Semarang.

Mbah Semar menyatakan jika Hendi, dulu dan sekarang tidak berubah sifatnya. Sosok yang ramah, rendah hati, low profil dan selalu tidak lupa dengan kawan-kawan dan sahabatnya.

Nggih awit riyin ngoten niku, mboten maleh, mboten anggah. Ramah, sumrambah lan mboten ngetokke nek sakniki Wali Kota (Dari dulu orangnya begitu, tudak berubah, tidak sombong. Ramah dan tidak menonjolkan dan menyombongkan diri jika dia adalah seorang Wali Kota Semarang,” pungkas Mbah Semar kepada RMOL Jateng.

Desa Kandri sendiri selain dikenal dengan Waduk Jatibarang juga dikenal dengan Goa Kreo yang banyak keranya. Menurut mitos, kawanan kera itu bekas anak buah Sunan Kalijaga yang akan membangun masjid Demak mencari kayu di sekitar hutan di Gunungpati.

Saat bermukim di Goa Kreo, Sunan Kalijaga kemudian menyuruh kawanan kera untuk mengangkat kayu-kayu dikirim ke Demak dengan cara menceburkan kayu itu ke sungai dan sampai di sungai wilayah Demak, kayu tersebut digunakan untuk membangun Masjid Demak. [jie]



Komentar Pembaca
Foto : Menggembalakan Hewan Ternak

Foto : Menggembalakan Hewan Ternak

SENIN, 09 APRIL 2018 , 12:56:00

Foto : Pembangunan Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang
Foto : Tugu Monumen Kecelekaan

Foto : Tugu Monumen Kecelekaan

RABU, 11 APRIL 2018 , 14:16:00