Musrenbang, Akomodir Kepentingan atau Bagi-bagi "Kue"

Pemerintahan  KAMIS, 08 FEBRUARI 2018 , 21:29:00 WIB | LAPORAN: AGUS SUSILO

Musrenbang, Akomodir Kepentingan atau Bagi-bagi

Ilustrasi

RMOLJateng. Masyarakat diminta memanfaatkan masa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Tengah yang dibuka pada Jumat 9 Februari 2018. Mereka diharapkan menyampaikan usulan sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menyampaikan rembugan dalam musrenbang dilakukan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk elemen masyarakat.

Selanjutnya ditentukan prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan arah pembangunan nasional. Mengingat keterbatasan anggaran, tak semua aspirasi yang disampaikan dapat diakomodasi.

Kendati begitu, imbuh dia, konsep pembangunan jangan disalahartikan berbagi "kue" pembangunan. Namun bagaimana mengangkat persoalan yang ada di tengah masyarakat.

‘’Jangan keliru. Kalau datang ke Musrenbang jangan hanya berharap untuk berjuang mendapatkan 'kue' pembangunan. Tapi Musrenbang adalah rembugan. Selama hampir lima tahun ini Bapak Gubernur juga sudah mengajarkan bagaimana publik berpartisipasi,’’ tegas Sujarwanto, Kamis (8/2).

Ditambahkan, ada beberapa tahapan Musrenbang di provinsi ini. Mulai dari pembukaan masa Musrenbang dan sosialisasi rancangan awal RKPD 2019, forum SKPD untuk menyepakati hasil praforum SKPD, Musrenbang Wilayah yang digelar per daerah ekskaresidenan se-Jawa Tengah.

Diikuti Musrenbang Provinsi untuk penyelarasan, pemantapan dan kesepakatan program atau kegiatan pembangunan.

"Sebelum penetapan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah), dilakukan dialog interaktif eksekutif-legislatif. Dalam dialog itu akan ada masukan dari unsur DPRD untuk penyempurnaan Rancangan Akhir RKPD," bebernya.

Sujarwanto menjelaskan, perencanaan pembangunan di Jawa Tengah dilakukan dengan konsep money follow program. Jadi penganggaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan bersama.

Pendekatannya melalui tematik, yakni fokus pada kegiatan yang memberikan kontribusi pencapaian prioritas daerah, holistik dengan penanganan secara menyeluruh,  integratif atau terpadu dengan kegiatan yang saling memperkuat dan selaras dengan prioritas nasional, serta spasial di mana lokusnya jelas dan berbasis kewilayahan.

"Keempatnya yang kami singkat menjadi THIS itu yang dipakai menjadi instrumen money follow program," ungkap mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah ini.

Pada 2019, katanya, pemerintah pusat fokus pada pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas. Pemerataan ini juga ditangkap Jawa Tengah dengan mengangkat tema peningkatan daya saing daerah melalui pemerataan pembangunan dan pemanfaatan Iptek.

Ada tujuh program yang menjadi prioritas. Yaitu, penanggulangan kemiskinan, daya saing ekonomi, kualitas kompetensi sumber daya manusia,sumber daya alam dan lingkungan, kedaulatan pangan dan energi, mengurangi kesenjangan wilayah, serta tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

"Kami tunggu masukan dan aspirasi masyarakat melalui website Rembuganjatengprov.go.id, surat elektronik program.bappeda@gmail.com, twitter @Bappeda_jateng, atau SMS ke 081234517211," tandas Sujarwanto. [jie]

Komentar Pembaca
Foto : Menggembalakan Hewan Ternak

Foto : Menggembalakan Hewan Ternak

SENIN, 09 APRIL 2018 , 12:56:00

Foto : Pembangunan Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang
Foto : Tugu Monumen Kecelekaan

Foto : Tugu Monumen Kecelekaan

RABU, 11 APRIL 2018 , 14:16:00