Minim Petugas, Proses Rekam E-KTP Semarang Terhambat

Politik  SELASA, 23 JANUARI 2018 , 19:57:00 WIB | LAPORAN: PARWITO

Minim Petugas, Proses Rekam E-KTP Semarang Terhambat

Foto: RMOL Jateng

RMOL.  Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan tinjauan mendadak di dua tempat pelayanan perekaman data e-KTP. Dari hasil tinjauan di dua kecamatan, DPRD Kota Semarang mendapati petugas di Tempat Pelayanan Data Kependudukan (TPDK) sangat terbatas atau minim personil.

Bahkan, dalam tinjauan yang dipimpin  Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang, A Meidiana Koeswara, itu hanya ditemukan dua orang petugas pelayanan.

Kami menduga hal inilah yang  menjadi penyebab lambatnya proses pelayanan dan pengurusan data kependudukan yang dikeluhkan oleh warga. Termasuk distribusi e-KTP yang sudah jadi atau tercetak juga tersendat, tadi kami temukan ada beberapa bendel e-KTP sudah jadi yang belum dibagikan kepada pemiliknya,” tegas Meidiana usai melakukan tinjauanya  di Kecamatan Semarang Tengah dan Kecamatan Semarang Timur, Selasa (23/1).

Meidiana menjelaskan tinjauan ini dilakukan untuk mengklarifikasi ke petugas sekaligus pantauan langsung di lapangan terkait isu yang berkembang di masyarakat dan dilaporkan ke DPRD Kota Semarang mengenai sulit dan lamanya proses pelayanan dan pengurusan e-KTP.

‘’Salah satu contoh kasus yakni permintaan surat keterangan pengganti E-KTP milik warga, dikeluhkan prosesnya panjang dan sulit padahal masa
berlakunya hanya 6 bulan saja.  Untuk perpanjangan juga harus ngurus lagi dari awal, mulai RT ke RW, sulitlah pokoknya,” jelasnya.

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Trihananto yang menyambut kehadiran DPRD Kota Semarang mengakui, pihaknya memang kekurangan SDM
untuk pelayanan e-KTP karena di setiap TPDK hanya ada dua orang petugas. Mereka maksimal hanya bisa melayani masyarakat sekitar 75-90
orang tiap harinya.

‘’Contoh kasus di Genuk yang sempat viral, itu terjadi karena petugas kita memang terbatas hanya dua orang, tapi animo warga mengurus data kependudukan sangat banyak menyusul adanya program e-KTP 4 hari jadi,’’ terangnya.

Selain SDM, juga terkendala jaringan karena sering lemot sehingga pelayanan tidak akan maksimal. Ketika jaringan lemot maka bisa dipastikan lima mesin perekaman data e-KTP yang tersedia di TPDK tidak bisa digunakan.

‘’Sedangkan untuk blanko sekarang sudah tidak masalah, selalu tersedia, kalau kami habis akan dikoordinasi pemerintah provinsi pinjam dari daerah lain, begitu jatah blanko kami tiba dari pemerintah pusat nanti dikurangi untuk mengembalikan yang dipinjam itu,’’pungkasnya. [dit]



Komentar Pembaca
Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

Indonesia Harus Belajar Dari Anjloknya Lira Turki

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

Dikecewakan Prabowo, GNPF Ancam Golput

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 15:00:00

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

Ahoker Ingin Dukung Prabowo-Sandi

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 , 13:00:00

Foto Penghitungan Suara

Foto Penghitungan Suara

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:40:00

TPS Horor Di Semarang

TPS Horor Di Semarang

RABU, 27 JUNI 2018 , 10:40:00

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

Pemadam Kebakaran Sirami Tanaman Kota

SENIN, 16 JULI 2018 , 17:03:00